Memasuki hari Ketiga Kepolisian Resort (Polres) Asahan menyatakan akan lebih memperketat pengamanan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA/SMK 2010 di sekolah penyelenggara UN dan juga Sekolah yang dijadikan titik penyimpanan soal, atau titik rayon. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran soal dalam pelaksanaan UN yang telah berlangsung mulai 22 Maret 2010.
“Seluruh soal UN yang didistribusikan Dinas Pendidikan kabupaten Batubara berada di rayon yang telah ditentukan. Soal-soal itu kemudian didistribusikan ke masing-masing sekolah. Maka dari itu, pengaman di titik rayon akan diperketat,” Ujar Kapolres Asahan AKBP Mashudi melalui Kapolsek indrapura AKP A.Manullang, Saat di temui KABARBATUBARA pada Rabu (24/3).di Mapolsek Indrapura
Kapolsek lebih lanjut menjelaskan, dalam pengamanan tersebut, pihaknya akan memberlakukan dua sistem pengamanan. Yakni, pengamanan terbuka dan pengamana tetutup. Oleh karena itu, pada pengamanan UN ini, pihaknya akan membagi personil yang akan diterjunkan menjadi beberapa kelompok. Bagi anggota yang berpakaian lengkap akan berjaga mulai proses pengambilan sampai pendistribusian soal-soal UN. Sedangkan personil yang bertugas di sekolah untuk lebih ketat memeriksa barang bawaan siswa berupa HP maupun catatan lainnya yang di curigai sebagai bocoran soal
“Ini kan pengamanan UN yang hanya bersifat pengawalan saja. Jadi nggak perlu ada perlengkapan senjata. Akan tetapi penjagaan perlu dilakukan untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan seperti masuknya HP dan catatan yang berisi jawaban,” ujar A.Manullang
A.manullang juga mengungkapkan seluruh anggotanya telah diturunkan untuk mengamankan UN . Mereka ditempatkan di seluruh sekolah yang ada di wilayah hukumnya
Selain itu, dirinya juga meminta kepada peserta UN untuk tidak mengkhawatirkan keamanan saat pelaksaan UN. Para peserta UN hanya diminta tetap berkonsentrasi mengikuti UN
Minggu, 28 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar