Google+ Followers

Menampilkan informasi seputar Batu Bara

Selasa, 06 April 2010

BUPATI BATUBARA TERIMA PENGURUS FSPTI-KSPSI KABUPATEN BATUBARA

Pengurus FSPTI-KSPSI Kabupaten Batubara harus tetap menjaga kondusiitas dan tetap menggalang Persatuan dan Kesatuan di kabupaten batubara..Untuk mewujudkan hal tersebut Pengurus FSPTI-KSPSI Kabupaten Batubara harus lah terus melakukan langkah konsolidasi hingga ketingkat bawah
Hal tersebut di sampaikan Bupati Batubara , OK.Arya Zulkarnaen, SH.MM, selasa ( 6/4) saat menerima Audensi Pengurus FSPTI-KSPSI Kabupaten Batubara yang di pimpin oleh Ketua Sahrial Guci dengan didampingi oleh Wakil ketua Tuwarman Nobon,Rajali,Zainal Hamonangan Simatupang, A.Md, Edi Sunaryo, Saroni Abas dan M. Nurdin
“ Jangan jadikan organisasi FSPTI-KSPSI untuk kepentingan politik” Ujar Bupati batubara
Dalam Kesempatan tersebut Bupati juga dengan tegas tetap mendukung dan mengakui kepengurusan FSPTI-KSPSI Kabupaten Batubara Versi Jacob Nuwa Wea yang di pimpin Sahrial Guci tersebut.
Untuk itu Bupati Batubara memeinta kepada pengurus FSPTI-KSPSI agar tetap menjalin dan melakukan Langkah konsolidasi ke semua pihak hingga mencapai tingkat terbawah
“Pengurus FSPTI-KSPSI Kabupaten Batubara harus mampu memberi masukan masukan positif terhadap pemkab khususnya menyangkut ketenagakerjaan di Kabupaten Batubara” Ujar OK. Arya

SETELAH UN 2010,SISWA BERBURU SEKOLAH FAVORIT

Ujian Nasional (UN) Tahun tingkat SMU, SMK, MA, SMP dan MTs di Kabupaten Batubara telah berlalu dan berlangsung aman dan lancar, seperti pantauan METRO selama UN Berjalan di berbagai sekolah
UN bukan satu-satunya penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Usai sudah pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2009 untuk SMP dan SMA. Kini, sekitar 4000-an siswa SMA/MA dan 7000an siswa SMP berharap-harap cemas menunggu bulan Juni, saat penetapan hasil UN tiba
Meskipun menuai tentangan dari berbagai pihak UN akhirnya dapat berjalan sampai hari terakhir.Terdapat syarat kelulusan dan juga standar kelulusan buat para pelajar tahun 2010. Jika salah satu tidak terpenuhi maka dinyatakan tidak lulus. Antara lain: siswa harus mengikuti seluruh program yang diselenggarakan sekolah tersebut. Siswa harus memiliki budi pekerti dan ahlak yang baik.Siswa harus lulus ujian lokal yang diselenggarakan masing-masing sekolah dan terakhir siswa tersebut harus lulus ujian nasional.Sementara itu untuk standar kelulusan Ujian Nasional tahun 2010 adalah minimal nilainya 5,50.
Meski standar kelulusan tersebut cukup tinggi namun para siswa SMA dan SMP optimis lulus. Pasalnya selain telah membekali diri dengan materi pelajaran, mereka juga mendapatkan kekuatan moral.
Hal tersebut terlihat dari aktifitas sejumlah sekolah sebelum hari H tiba, pihak sekolah, para siswa dan orang tua siswa mengadakan acara doa bersama. Kegiatan tersebut bermaksud itu maksudnya untuk memberikan dukungan moral kepada siswa.
Pada hal sebelumnya, berbagai pihak memprotes tingginya standar kelulusanUN ini. Soalnya pada tahun 2009 lalu saja, dengan standar kelulusan 5.00 banyak siswa tidak mampu.
Belum lagi soal mutu pendidikan setiap sekolah tidak merata. Sekolah favorit di kota yang satu belum tentu sama mutunya dengan sekolah favorit di daerah lain. Begitupun sekolah yang berada di kota mutunya tidak sama dengan sekolah yang berada di kampung.
Padahal soal perbedaan itu tidak masuk dalam hitungan standar kelulusan. Artinya standar kelulusan harga mati tidak membeda-bedakan di mana sekolah itu berada. Standar nasional dipukul rata nilai kelulusan harus mencapai rata-rata. ]
Namun demikian, siswa-siswi peserta UN SMP tahun ini merasa percaya diri , bahkan optimis, bahwa ujian yang dilaksanakan selama tiga hari itu, nantinya mampu meraih nilai standar yang di terpakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan ( BNSP ) tersebut
Seperti diungkapkan siswa SMPN 1 Air Putih , Dwi saat di temui Senin ( 5/4) mengatakan ujian hari pertama sangat disenanginya. Pasalnya soal ujian yang keluar tidak jauh keluar dari materi pelajaran yang diterima disekolah.
“Saya yakin akan lulus dengan nilai kelulusan 5,50, seperti yang ditetapkan, tadi saya sangat senang sekali karena semua mata pejalaran yang selama ini telah saya pelajari semuanya sudah keluar pada soal UN, Untuk sekolah favorit tujuan saya adalah SMAN 1 Air Putih” katanya
Maka dirinya optimis akan mencapai target nilai kelulusan yang telah ditetapkan, karena sebelum pelaksanaan UN dirinya dan juga pihak sekolah telah mempersiapkan diri dengan mengikuti pelajaran tambahan serta try out
UN SELESAI,US MENGHADANG
UN telah usai bukan berarti sudah selesai urusan, pasalnya bagi siswa yang belum diterima PMDK mereka harus mempersiapkan diri untuk bersaing dengan ribuan siswa lulusan sekolah lain untuk berebut kursi di kampus yang diinginkan. SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ) memang masih jauh namun seharusnya dipersiapkan mulai sekarang. Entah itu ikut bimbingan belajar atau belajar mandiri. Sebab banyak sekali kisah sukses untuk bisa tembus di perguruan tinggi negeri favorit, yaitu dengan tatap mengisi hari-harinya dengan belajar dan belajar, meski hanya satu jam saja sehari.
Jika SNMPTN masih jauh apa kegiatan siswa SMA dan MA. Mereka ternyata harus menghadapi satu batu sandungan lagi sebelum benar-benar terbebas dan lulus dari gerbang sekolah menengah, ujian tersebut adalah ujian madrasah atau ujian semester, Ujian yang akan digelar di bulan Mei tersebut juga sama pentingnya dengan ujian-ujian lain. Sehingga siswa tidak boleh memandang remeh ujian ini, karena hasilnya akan sangat berpengaruh dalam STTB (Surat Tanda Tamat Belajar).
UN telah usai, senyum kegembiraan dan keceriaan mewarnai seluruh wajah dari siswa-siswi SMA dan MA di kabupaten Batubara, puji syukur juga berkali-kali mereka ucapkan ke hadirat Tuhan YME, karena telah diberi kelancaran dalam melaksanakan ujian, sehingga, berakhirnya UN juga membuat sebagian besar siswa kelas III bisa sedikit rileks dan bisa menikmati waktu santai sejenak untuk menenangkan pikiran, sembari dengan berdebar-debar menunggu hasil kerja kerasnya atau menunggu pengumuman UN
SMAN 1 AIR PUTIH SEKOLAH TUJUAN FAVORIT
Ujian Nasional (UN) Telah berlalu beberapa orang Siswa SMP/MTs berencana melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Air Putih yang merupakan Sekolah Berstandar Nasional
Hal itu diungkapkan beberapa siswa peserta UN SMP/MTs saat diminta tanggapannya tentang sekolah Menengah Atas favorit Tujuan mereka . Dari beberapa siswa/siswi SMP seperti mereka memilih SMAN1 Air putih dengan alasan sekolah tersebut memiliki beberapa program unggulan sehingga layak di perhitungkan
Juli misalnya , Siswi SMPN1 Air Putih ini mengatakan bahwa salah seorang tetangganya yang nerupakan Siswa SMAN tersebut yakni Irwan R. Nasution berhasil masuk ke Universitas Sumatera Utara ( USU ) Fakultas Tehnik Mesin lewat jalur Penelusuran Minat dan Prestasi ( PMP ) atu dikenal dengan Jalur PMDK
“ Setelah di pastikan lulus UN SMP 2010, tekatku tetap masuk ke SMAN1 Air Putih karena ingin mengikuti jejak tetangga yang berhasil masuk USU tanpa test” Ujarnya bersemangat
Tingginya peminat, dimungkinkan karena SMA yang kini berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSNI) itu menjadi tumpuan para orang tua, agar anaknya mendapat pendidikan lanjutan yang memadai. Subrasto (45), misalnya, warga Tanah Merah, Kecamata Air Putih,yang ingin mendaftarkan anaknya di SMA 1 tidak membantah anggapan itu.
”Jujur saja demi mendapat pendidikan anak yang terbaik saya memilih SMA 1. Pilihan ini karena kualitasnya sudah teruji dan menghasilkan alumni berprestasi,” ujarnya
Namun, diakui dan disadarinya, tidak mudah menembus persaingan untuk mendapat bangku di sekolah itu. Pertarungannya ketat karena semua berkeinginan masuk SMA favorit tersebut..
Kepala sekolah SMAN 1 Air Putih Ishak SPd mengatakan seleksi ketat diberlakukan untuk menyaring siswa yang akan diterima. Selain mempertimbangkan nilai rata-rata kelas semester satu hingga semester lima ( SMP/MTs), juga akan digelar tes akademik Tes akademik itu, meliputi kemampuan Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, IPA, dan IPS.
Menangapi minat orang tua yang cukup tinggi untuk memasukkan Anaknya ke Sekolah yang dipimpinnya Ishak mengungkapkan bahwa ada beberapa program di sekolahnya yang jadi unggulan di sekolahnya sepertti Program unggulan Pengembangan Diri, memiliki Tim pemandu Minat dan bakat guina me menemukan Talenta para anak dsidiknya dan juga kegiatan lainnya yang berhasil meraih prestasi, seperti karate, pencak silat serta pramuka dan banyak kegiatan lainnya yang bersifat fositif.
“ Semua itu berkat kerja sama dan dukungan seluruh komponen sekolah.untuk itu kita tetap focus pada standartpelayanan masyarakat “ pungkasnya

PELAKSANAAN UN PENGGANTI BERLANGSUNG KETAT DAN AMAN

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pengganti bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Teladan Indrapura, Kecamatan Air Putih, kabupaten Batubara berlangsung pada Senin ( 5/4) , dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Biologi dan Sosiologi dan diikuti oleh 117 orang siswa yang terdiri dari 40 orang siswa dari Jurusan IPA dan 77 orang siswa dari Jurusan IPS.
Para Peserta UN Pengganti tersebut di tempatkan di 7 ruang dan diawasi 14 orang pengawas yang berasal dari SMA Negeri Air Putih dengan di tambah 7 Orang Pengawas Satuan Pendidikan yang berasal dari Universitas Negeri Medan ( UNIMED ) yang juga di tempatkan di 7 ruangan tersebut
Kepala Sekolah SMA Teladan Indrapura , Drs M.Butar-butar saat di temui mengatakan bahwa mata pelajaran yang di ujikan untuk UN Pengganti tersebut adalah Bahasa Indonesia, Biologi dan Sosiologi.
“Untuk jurusan IPA, mata pelajaran yang diuji kembali adalah bahasa Indonesia dan biologi. Sedangkan untuk jurusan IPS, mata pelajaran bahasa Indonesia dan sosiologi. Waktu pelaksanaan di mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB untuk keseluruhan mata pelajaran yang di ujikan pada hari ini.Waktu Istirahat hanya di berikan 30 menit.” Ujar M.Butar butar
Sementara itu untuk soal UN Pengganti tersebut langsung di cetak dan didatangkan dari Pihak Puspendik yang dibawa langsung oleh petugas dari Insfektorat Pendidikan Jakarta dengan didampingi Petugas dari Puspendik Jakarta dengan dikawal oleh Petugas dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dan Petugas Kepolisian yang berasal dari Poldasu.Oleh karena itu pihak Pusat Penelitian Pendidikan (Puspendik) sudah menyiapkan dua paket materi soal cadangan, yang memang disiapkan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan
“Ujian pengganti diadakan untuk satu hari ini saja dengan mata pelajaran yang dianggap perlu diulang menurut pihak Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) . Untuk Soal didatangkan langsung dari Jakarta.Setelah UN pengganti selesai LJK yang berisi Jawan Siswa langsung di bawa dan diperiksa di Jakarta,” ucap Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan yang juga Sekertaris UN dan UASBN Kabupaten Batubara, Syurya darma, M.Pd , kepada METRO
Lebih lanjut Syurya Darma mengatakan, keputusan adanya ujian pengganti ini berdasarkan Surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera utara No.425/986/SEKR/22/2010 tertanggal 26 Maret 2010 tentang ujian pengganti yang dilaksanakan oleh 2 Sekolah di Sumut yakni SMAN 2 Medan dan SMA teladan Indrapura,
Hal lain yang menjadi dasar pelaksanaan UN pengganti tersebut adalah ditemukannya, jawaban dari masing-masing siswa seragam salah dan benarnya. Terbukti hasil UN dua mata pelajaran itu terlihat sistematik, dan dinyatakan tidak valid. Salah satu bentuk ketidakvalidan itu, adanya kesalahan dalam jumlah yang sama dalam satu kelas.. Ini jelas tergambar dari hasil screening, dan membuktikan ketidakvalidan itu. Materi soal yang akan diberikan kepada siswa UN pengganti di SMA Teladan tersebut sama sekali berbeda dengan yang diujikan pada UN utama, 22-26 Maret. Meski demikian, bobotnya tetap sama.
Oleh karena itu pihak Pusat Penelitian Pendidikan (Puspendik) sudah menyiapkan dua paket materi soal cadangan, yang memang disiapkan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pantauan METRO, penjagaan oleh pihak keamanan serta pengawas pada ujian pengganti di SMA Teladan Indrapura tampak ketat dan berlangsung dengan lancar.
“Untuk kelancaran dan Keamanan UN Pengganti ini kita telah menurunkan 4 orang petugas kita guna mengawal pelaksanaan UN ini “ Tegas Kanit Reskrim Polsek Indrapura Aiptu Tagam simanjuntak dengan didampingi Baur Pulbaket Aiptu M. Bangun
Saat UN Pengganti dimulai hingga UN tersebut berakhir,tak terlihat kejadian yang dapa menggagalkan Pelaksanaan UN Pengganti.Juga tak terlihat satu siswa atau siswi pun yang keluar ruangan. Baik menuju WC atau hanya iseng untuk membuang air ludah. ‘’Jadi benar-benar tertiblah pelaksanaan UN in. Mungkin mereka tak mau membuang waktu sia-sia. Meskipun waktu diberikan cukup lama, yaitu dua jam,’’ tegasnya lagi.
SISWA CEMAS TAK LULUS UN
Sementara itu, sebagian besar siswa masih didera rasa cemas tak lulus UN Pengganti, meski mengaku mampu menjawab soal ujian.
Kepada METRO, salah satu peserta UN Sari mengaku masih merasakan kecemasan, kalau-kalau tidak lulus UN, meski seluruh soal Bahasa Indonesia sebanyak 50 soal itu terjawab semuanya. ‘’Yang membuat saya merasa cemas tidak lulus UN itu adalah belajar tiga tahun, ketentuan lulusnya hanya ditentukan empat hari,’’ungkapnya.
Selain Sari, siswa yang lainnya bernama Andre juga menuturkan hal yang sama bahwa ia juga masih ada rasa kecemasan tidak lulus UN Pengganti tersebut. Bertahun-tahun belajar, tiba-tiba tidak lulus pada ujian UN Pengganti yang dilaksanakan Satu hari ini

HARI TERAKHIR UN SMP/MTs BERJALAN LANCAR

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs dari Hari Pertama, Senin (29/3) sampai dengan Kamis (1/4) yang di ikuti 7004 Siswa yang berasal SMP/MTs se- Kabupaten Batubara telah berjalan aman dan lancar tanpa adanya gangguan..
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Batubara, TM.Syafii Melalui Kabid Perndidikan Dasar dan Menengah yang juga Sekertaris Pelaksanaan UN , Syurya Darma, M.Pd Saat di Konfirmasi ketika Menerima berkas LJK yang Diserahkan masing masing subrayon. Pada Kamis (1/4) sekira pukul 12.00 WIB
Mengenai adanya kecurangan bocoran soal jawaban, Seperti yang terjadi di SMA Teladan Indrapura, Kecamatan Air Putih , hingga sampai hari berakhirnya pelaksanaan UN SMP/MTs ini belum ada .
Untuk mengawasi pelaksanaan UN hingga hari terakhir, Pihaknya telah menurunkan tim pengawas dari sejumlah guru secara silang dan tim pemantau independen yang berasal dari dari perguruan tinggi.
Empat bidang studi diuji kepada para peserta, di hari pertama Bahasa Indonesia, hari kedua Bahasa Inggris, selanjutnya Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Seperti yang diperkirakan banyak pihak, pelaksanaan UN di tingkat SMP sederajat sapai hari terakhir berjalan aman dan lancar tanpa ada kecurangan sebagaimana yang terjadi pada tingkat SMA sederajat beberapa waktu lalu.
Kepada pihak Polres Asahan, Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara mengucapkan terima kasihnya, karena telah melakukan pengamanan selama pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs di Kabupaten Batubara sehingga dapat berjalan aman, tertib dan lancar.
“Saya mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara mengucapkan terimakasih yang sedalam dalamnya kepada Pihak Polres Asahan ,kepada Pihak TIM independent yang berasal dari IAIDU Kisaran dan Kepada Guru guru pengawas yang semuanya telah mengamankan UN SMP/MTs hingga hari terakhir pada hari ini “ ujarnya
Sementara itu Kepala Sekolah SMPN1 Air Putih Drs.H.Hasan Basri Matondang melalui Wakil Kepala Sekolah Fauzi,S.Pd saat di temui di tepat yang sama mengatakan, walaupun muncul kekhawatiran munculnya kendala dalam penyelenggaraan UN, tetapi sejak UN hari pertama sampai hari terakhir berlangsung lancar.
Dikatakannya, sejak UN digelar pada Senin (5/5), seluruh guru yang mengajar di SMPN 3 dilibatkan dalam piket UN. "Kami menginginkan, selama UN digelar tidak ada kendala yang bisa menghambat penyelenggaraannya. Untuk mengantisipasinya, berbagai tahapan UN dipersiapkan dan dipantau secara cermat," ujarnya.
Ia menambahkan, dari tahun ke tahun, perbaikan penyelenggaraan UN selalu dilakukan. "Kami ingin pelaksanaan bisa sesuai prosedur yang telah ditetapkan," katanya.
SOAL IPA GAMPANG GAMPANG SUSAH
UN SMP/MTs telah berakhir.Namun demikian, siswa menanggapi secara beragam pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) yang diujikan pada UN hari terakhir itu.
Salah seorang siswa SMPN 1, Air Putih, Dwi kepada METRO mengatakan, dari semua soal IPA yang diujikan, ada sebagian yang sulit dijawab. Walaupun begitu, ia bisa mengisi seluruh soal.
"Saya ingin lulus UN. Saya berupaya mengisi soal dengan konsentrasi. Saya harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin," ujarnya seraya mengatakan, persiapan yang dilakukan di sekolah menjelang pelaksanaan UN, sangat bermanfaat untuk kelancaran mengikuti UN.
Juli, siswa SMP yang sama, menilai, soal IPA yang harus diikuti pada UN hari terakhir, tidak terlampau susah. Walau ada sebagian yang sulit, namun sebagian besar soal bisa ia pahami.
"Berbagai persiapan dan latihan menjelang pelaksanaan UN sudah dilakukan. Program persiapan yang dilakukan selama ini di sekolah, sangat menunjang kesiapan kami mengikuti UN. Selain itu, ketenangan dan konsentrasi dalam mengisi soal, semakin memperlancar proses UN," katanya.
Siti, siswa MTs N Lima Puluh, mengatakan, dari keseluruhan soal yang menjadi materi UN IPA, ia merasa 75% bisa dikuasai.

CPNS FORMASI 2010 HARUS BERSABAR,700 SK BARU SELESAI

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lulusan formasi tahun 2009 harus lebih bersabar. Pasalnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Batubara belum dapat memastikan kapan Surat Keputusan (SK) akan diserahkan.
“SK tersebut masih diproses di BKN dan baru 700 SK yang baru selesai dari 800 an SK yang nantinya akan di terima para CPNS . Masih banyak data yang belum terlengkapi. Kita juga belum bisa memastikan bulan berapa SK tersebut Kami usahakan SK tersebut secepatnya selesai. Kalau memang sudah selesai, akan segera kita serahkan kepada CPNS yang bersangnkutan,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ahmad Ilham ,SH,M.AP .Rabu (31/3) Di Ruang Kerjanya
Disinggung tentang rekrutmen CPNS 2010 dari jalur umum pihak Pemerintah Kabupaten batubara belum menentukan atau mengusulkan formasi CPNS kebutuhan Kabupaten Batubara tahun 2010
Sampai saat ini pihaknya masih melakukan penjaringan di suluruh SKPD, untuk mengetahui tingkat kebutuhan tenaga (analisa kebutuhan), sebelum menentukan formasi CPNS yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten batubara.
Lebih lanjut ilham mengaku sampai saat ini belum ada informasi resmi dari pemerintah pusat, baik dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) maupun dari Menpan, tentang mengenai rekrutment CPNS dari jalur umum tahun 2010, sehingga Pemerintah Kota Blitar belum mengusulkan formasi CPNS yang dibutuhkan.
.“Jadi untuk saat ini Pihak BKD belum ada mengusulkan Formasi CPNS tahun 2010 ke pemprov maupun Kepusat,” tegasnya.

KLH BATUBARA DIDESAK SEGERA MENUTUP LOKASI PENAMBANGAN BATU PADAS

Kepala Kantor Lingkungan Hidup ( KLH ) Kabupaten Batubara Drs Jamak Sari Siregar didesak agar segera melaksanakan janjinya untuk segera menutup lokasi penambangan Batu Padas yang di duga milik seorang Oknum Jaksa di Kabupaten Asahan yang terletak di Desa Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, yang kondisinya jika di biarkan berlarut larut akan menambah kerusakan Lingkungan Hidup di sekitar Lokasi Penambangan Batu Padas tersebut yang di khawatirkan akan berdampak buruk pada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penambangan tersebut
Desakan itu telah berulang kali disampaikan Direktur Eksekutif LSM ( NGO ) Batubara Hijau M.Arsyad Sahuri Nainggolan, Kepada Kantor Lingkungan Hidup di Lima Puluh,
Seperti di ketahui sebelumnya bahhwa LSM ( NGO ) Batubara Hijau telah melayangkan Surat Pengaduan dengan nomor 01/BB-H/XVIII-III-2010 tertanggal 18 Maret 2010 yang di tujukan kepada Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Batubara di Lima Puluh
“ Setelah kita layangkan surat tersebut kepada KLH Batubara pada Jumat (18/3) yang lalu Kepala KLH Batubara berjanji akan segera menutup Aktifitas batu pada yang terletak di desa mangkai lama, Kecamatan Lima puluh, namun hingga saat ini janji Kepala KLH batubara tersebutr belum juga melaksankan apa yang telah dijanjikannya saat itu. Karena di khawatirkan jika aktivitas penambangan tersebut tidak juga dihentikan, maka akan terjadi kerusakan Lingkungan hidup yang sangat besar dan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat yang ada sekarang dan di kemudian hari," ujar Direktur Eksekutif LSM ( NGO ) Batubara Hijau M.Arsyad Sahuri Nainggolan di dampingi Kabag Informasi dan Penelitian Zainuddin Zein pada Selasa ( 30/3 ).
Menurut Arsyad, berdasarkan informasi dan Data yang akurat, disinyalir kerusakan Lingkungan yang di timbulkan oleh aktivitas penambangan tersebut sudah semakin parah. Dengan demikian tidak ada alasan bagi Kantor Lingnkungan Hidup untuk menunda-nunda realisasi penutupan aktivitas penambangan tersebut
"Penutupan aktifitas penambangan tersebut itu sudah sangat mendesak. Jadi KLH jangan menunda-nundanya. Jangan menunggu sampai masyarakat terkena dampak buruknya “ ujarnya
Komponen LSM ( NGO ) tersebut mengkhawatirkan hal itu karena berdasarkan UU lingkungan Hidup No.23 tahun 1997 adalah Suatu produk Pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat agar dapat terus hidup dalam lingkungan hidup yang sehat
Oleh karena itu pengusaha Penggalian ( penambangan,red) batu padas tersebut dianggap telah melanggar UU No.32 tahun 2009 bab I Pasal I ayat 16. Perusakan Lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap fisik ,kimia maupun hayati lingkungan hidup sehingga melampaui Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup dapat dipidana 3 tahun dan paling lama 10 tahun penjara dana denda paling sedikit Rp 3 Milyar dan paling banyak Rp.10 Milyar
Padahal, berbagai permasalahan telah muncul akibat penambangan padas tersebut, baik dari aspek lingkungan, sosial dan ekonomi, bahkan politik yang mengakibatkan kerugian yang tidak ternilai jumlahnya bagi daerah ini.
"Penambangan hingga saat ini masih terus berjalan dengan aman," kata Zainuddin, seraya menambahkan, semua pihak sudah sepakat bahwa eksploitasi batu padas sudah teramat sangat merugikan ekosistem, lingkungan, sosial ekonomi bahkan kelangsungan hidup masyarakat batubara
"Maka, kami menganggap ada “pengaruh besar” yang sangat mempengaruhi semua kebijakan untuk tetap melakukan penambangan padas tersebut," ujarnya.
LSM itu juga mendesak DPRD Kabupaten Batubara untuk mengeluarkan sikap resmi tentang penolakan eksploitasi tersebut demi keselamatan lingkungan dan kelangsungan hidup manusia sebagai sebuah bentuk konsistensinya. LSM tersebut Juga mendesak seluruh komponen masyarakat Batubara agar mendukung upaya-upaya penghentian aktivitas penambangan padas tersebut.

POLSEK INDRAPURA BEKUK PELAKU CURANMOR

Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Seltor Indrapura, menangkap Seorang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor), pada Senin (29/3) malam sekira pukul 24.00 WIB.
Tersangka adalah Rahmad Dona alias Memet (20), warga Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih,Kabupaten Batubara,.
Tersangka dibekuk, dua Jam setelah beraksi menggasak Sepeda motor Honda Revo tahun 2008 Warna Biru putih dengan No. Pol BK 5537 OA milik Muhammad Arun yang di parker saat menonton hiburan Kuda Lumping setelah sebelumnya tersangka terlebih dahulu mencabut kabel kunci kontak sepeda motor milik korban
Saat kejadian, Senin ( 22/2 ) sekitar pukul 22.00 WIB, korban bermaksud hendak menonton hiburan kuda Lumping yang di adakan di Dusun II, Desa aras, Kecamatan Airputih .Setelah memakirkan Sepeda motornya di lokasi sekitar hiburan Kuda lumping tersebut tanpa mengunci sepeda motornya. Setelah itu korban asyik nonton hiburan tersebut tanpa memperhatikan Sepeda motor miliknya.Begitu dirasa puas korban keluar dari kerumunan penonton dan berjalan menuju tempat sepeda motornya , dia melihat sepeda motornya sudah raib dari tempatnya. Korban pun kaget dan langsung mencari sepeda motornya kesekeliling tempat hiburan tersebut dan bertanya tanya pada warga tentang keberadaan sepeda motornya.Menurut keterangan dari beberapa orang wargaa sekitar ,korban mendapat informasi dari beberapa orang warga yang melihat sepeda motor tersebut telah dibawa oleh seorang pemuda yang mengendarai sepeda motornya
Dengan bekal informasi berupa ciri ciri pelaku dan sepeda motornya korban langsung membuat laporan kehilangan sepeda motornya dan di terima petugas piket Polsek Indrapura sekira pukul 23.00.WIB.
Mendapat laporan tersebut Aparat Polsek Indrapura yang dipimpin langsung oleh Kanitreskrim Aiptu Tagam Simanjuntak langsung mengadakan melakukan penyelidikan dan pengejaran berdasarkan informasi yang diperoleh.Selang satu jam kemudian tanpa perlaewan berarti tersangka pelaku curanmor beserta barang bukti berhasil diringkus
Kapolres Asahan AKBP Mashudi melalui Kapolsek Indrapura AKP A. Manulang dengan di dampingi Kanit Reskrim Aiptu Tagam Simanjuntak Selasa [30/3] membenarkan Penangkapan tersangka Curanmor tersebut

PELAKSANAAN UN SMP/MTS 2010 HARI KEDUA BERJALAN AMAN DAN LANCAR

Secara umum pelaksanaan UN SMP/MTs 2010 sampai pada hari Kedua Selasa (30/3) berjalan lancar. Di MTs YAPI terlihat petugas dari kepolisian berada di sekitar tempat ujian.
"Setiap hari ada polisi yang menjaga," ujar Tahan Siregar.S.Ag Kepala Sekolah MTs YAPI pada Selasa ( 30/3 ).
Dia mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan dari hari pertama mulai Ujian sampai Dihari Kedua ujian termasuk lancar. "Siswa datang tepat waktu dan terlihat lebih siap," ujarnya. Dalam pelaksanaan UN ini, di Sekolah ini tercatat sebanyak 28 peserta dengan 2 ruang yang dipakai. Sedangkan jumlah pengawasnya sekitar 4 orang yang setiap ruangnya dijaga dua orang dengan di tambah Seorang Petugas Pemantau Independen yang berasal dari Institut Agama Islam Darul Ulum ( IAIDU ) Kisaran
Menurut Tahan Siregar pelaksanaan UN ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. "Dari segi koordinasi, pelaksanaan UN lebih baik," ujarnya. Contohnya dari segi pembiayaan yang lancar, persiapan sebelum UN, hingga distribusi soal yang dijaga dengan keamanan ketat.
Lebih lanjut Tahan mengatakan bahwa kebocoran soal ujian minim terjadi karena pengawalan dan penjagaan cukup ketyat
." Untuk menjaga Kerahasiaan soal Soal di simpan di Mapolsek Indrapura.Setiap hari kita mengambil soal di Mapolsek Tersebut," tambah Akhyudin.
Sementara itu sejumlah siswa menilai keberadaan petugas polisi yang berada di sekitar sekolah mempengaruhi konsentrasi dalam ujian itu. Siti misalnya yang mengaku tambah stres dengan adanya polisi dan Petugas lain yang ikut menjaga. "Rasanya jadi tambah seram," ujarnya.
Sementara itu,Umi. Peserta lainnya mengatakan pengamanan yang dilakukan terkesan berlebihan. "Polisi ada dimana-mana dan bikin stres," ujar Umi .
Belum lagi soal yang dikerjakan dinilai sulit dan membingungkan di tambah dengan menbaca wacana yang dianggap menyita waktu. "isi soal B.Inggris sulit dan waktu tersita karenanya seperti soal Bahasa Indonesia semalam ," ujarnya
Berdasarkan data diperoleh METRO sebelumnya jumlah siswa SMP dan MTs di Kabupaten Batubara yang terdaftar untuk mengikuti UN pada tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 7004 orang Siswa,. UN SMP/MTs tahun 2010 ini akan berlangsung hingga Kamis (1/4) dan setiap hari diujikan satu mata pelajaran yakni Senin (29/3) mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, hari kedua Selasa (30/3) mata pelajaran IPA, hari ketiga Rabu (31/3) Matematika, dan hari keempat Kamis (1/4) mata pelajaran Bahasa Inggeris.
Sementara itu di MTs Negeri Lima Puluh pelaksanaan ujian di hari kedua tampak berjalan dengan aman dan lancer.Tampak Petugas Tim Pemantau Independen ( TPI ) yang berasal dari IAIDU Kisaran dan Petugas kepolisian yang berasal dari Mapolsek Lima tengah duduk mengawasi jalannya pelaksanaan UN di MTs tersebut
Kepala Sekolah MTs Negeri Lima Puluh, Drs Mudakir Kepada METRO mengatakan bahwa peserta UN melaksanakan ujian sebanyak 340 orang Siswa yang terdiri dari 152 Siswa Laki laki dan 188 Orang Siswa Perempuan yang menempati 17 ruang ujian yang di awasi oleh 2 orang pengawas system silang murni untuk perruangnya
Pada hari kedua tersebut , di MTs Negeri Lima Puluh terdapat 1 siswa yang tidak mengikuti ujian karena sakit. Dan 4 Orang Siswa yang tidak mengikuti UN tanpa Keterangan
"Siswa yang tak ikut ujian mendapat kesempatan untuk ikut ujian susulan pada 5-7 April mendatang," ujar Mudakir
Bahkan jika masih belum bisa mengikuti juga masih ada kesempatan mengikuti ujian ulangan berikutnya pada tanggal 4 – 6 Mei . "Kita harap siswa yang tidak mengikuti UN mengikuti ujian susulan dan ulangan," Tambahnya

WANITA MUDA DITEMUKAN TEWAS TERLINDAS KERETA API

Seorang wanita muda yakni Yuli (22) warga Dusun VII, Desa Mangkai Lama , Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara ditemukan tewas dengan tubuh hancur di jalur rel kereta api jurusan Medan Kisaran Tubuh wanita malang ini hancur dan tercerai berai dengan posisi telungkup dengan kondisi kedua kaki tampak putus di jalur rel kereta api Dusun III,Kampung Tempel,Desa Sumber Makmur Kecamatan Lima Puluh, Minggu (28/03) pukul 20.30 malam.
Tidak ada yang melihat langsung peristiwa tersebut. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal. Sementara itu di sekitar tempat kejadian hanya ditemukan sebelah kaki korban sebelah kiri, sepasang sandal warna merah, dan sebuah hp Nokia type 5310 warna hitam
Menurut warga, sebelum kejadian, mereka mendengar teriakan seorang wanita dari arah lokasi tersebut. Mereka kemudian menuju arah suara dan menemukan tubuh yang telah hancur dan berserakan.
Kejadian naas tersebut membuat iba warga sekitar sehingga mereka segera melaporkannnya Mapolsek Lima Puluh,agar ditangani secepatnya.
Tak lama kemudian, petugas kepolisian langsung datang ke lokasi kejadian dan memeriksa korban serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata.
Meski diduga kuat korban tewas murni kecelakaan, namun untuk penyidikan lebih lanjut polisi meminta keterangan sejumlah penduduk untuk dijadikan saksi. Sementara jenazah korban kini disemayamkan di Puskesmas Lima Puluh sambil menunggu keluarga yang telah di beritahu sebelumnya.Setelah proses otopsi selesai, korban saat itu diserahkan kepada keluarganya Pada Senin ( 29/10) sekira pukul 01.30 WIB
Kapolsek Lima Puluh, AKP TP Butar-Butar SH melalui Kanit Reskrim Iptu Jhonnedy.E.Sijabat.SH saat di konfirmasi membenarkan peristiwa tersebut
“Saat ini dugaan sementara adalah Kecelakaan” pungkasnya

HARI PERTAMA UN SMP/MTs DIBATUBARA LANCAR,SOAL BAHASA INDONESIA SULIT

Hari Pertama Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Ajaran 2009/2010 ,sebanyak 7004 siswa yang terdiri dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), baik negeri maupun swasta, se Kabupaten Batubara mengikuti UN Dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Pantauan METRO disalah satu Sekolah Penyelenggara UN yakni SMP N 1 Air Putih terlihat bahwa Pelaksanaan UN berjalan sesuai jadwal yakni Pukul 08.00 WIB.
Kepala Sekolah SMPN1 Air Putih Drs.H.Hasan Basri Matondang melalui Wakil Kepala Sekolah Fauzi,S.Pd saat di Konfirmasi mengatakan bahwa Siswa yang mengikuti UN sebanyak 394 siswa dengan rincian 287 Siswa SMP reguler dan 107 siswa SMP terbuka Namun dari jumlah total 397 siswa yang terdaftar mengikuti UN, terdapat 5 peserta didik yang tidak ikut dalam pelaksanaan UN di hari pertama. Dengan rincian, 3 siswa SMP Reguler dan 2 siswa SMP terbuka.
“Bagi 5 peserta didik yang tidak hadir dalam pelaksanaan UN di hari pertama, maka dapat mengikuti ujian ulangan tanggal 17 hingga 20 Mei 2010 ” Ujar Fauzi
Lebih lanjut Fauzi mengatakan, bagi siswa yang mengikuti ujian ulangan UN hanya dibebankan pada mata pelajaran yang mana saja dia yang absen.
“Artinya, hanya di hari pertama saja dia absen dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia maka pada ujian ulangan yang diuji juga mata pelajaran itu,” ujarnya.
Sementara Fauzu menambahkan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs yang dil laksanakan di sekolahnya berlangsung aman dan kondusif.
“Alhamdulillah, hari pertama UN berjalan kondusif, para siswa telah selesai menghadapi UN hari ini, yang di awasi oleh Tim Pemantau Independen yang berasal dari IAIDU Kisaran, Para pengawas serta Petugas Kepolisian , kita berharap UN ini berjalan dengan baik tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,“ ujar Fauzi
Dijelaskan Fauzi bahwa pihaknya sangat menghargai sikap antisipasi yang dilakukan oleh pihak pengawas dan Pihak Kepolisian dengan tas dan perangkat alat komunikasi elektronik seperti handphone para siswa di luar kelas demi menghindari terjadinya kecurangan.
“UN yang diselenggarakan setiap tahun memang harus dapat terselenggara dengan baik, yang secara tak langsung juga menunjukkan kerja sama yang baik pula. Baik antara penyelenggara, pengawas dan pihak sekolah,” ujar Fauzi
Sementara itu Ayu salah seorang peserta ujian yang berasal dari SMP tersebut saat ditemui usai Ujian berlangsung.mengatakan bahwa tingkat kesulitan untuk Mata pelajaran Bahasa Indonesia yang di ikutinya cukup tinggi
“Harus saya akui, tingkat kesulitan menjawab UN tahun ini sangat tinggi, saya malah sempat bingung menjawab beberapa pertanyaan di dalam kertas soal,” terang Ayu
Selain sulit, pengawasan dalam pelaksanaan UN di SMPN1 Air Putih sangat ketat.

KWARRAN AIR PUTIH LAKSANAKAN JAMBORE RANTING.

Menjelang diadakannya Jambore Cabang Gerakan Pramuka Kwarcab Batubara tahun 2010, Kwarran (Kwartir Ranting) Gerakan Pramuka Kecamatan Air Putih menggelar Jambore Ranting di Lapangan Bola Tanah Tinggi yang diadakan dari Mulai tanggal 26 samapai dengan Maret 2010. Kegiatan itu diikuti 600 anggota Pramuka se-Kecamatan Air putih.
Jambore Ranting tersebut diikuti seluruh Gugus Depan (Gudep) Putra Putri yang ada di Kecamatan Air Putih, mulai tingkat SD, SMP/MTs hingga SMA bahkan juga di ikuti GugusDepan SLB yang ada di Kecamatan Air Putih. Kegiatan ini dibuka Langsung KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Air Putih Budianto , S.Sos yang juga menjabat Ka Kwarran Air Putih
Budianto Dalam sambutannya, menyatakan menyambut baik dengan dilaksanakan jambore ini, karena mampu memberikan pelajaran yang baik bagi pelajar dan masyarakat di wilayahnya. Pihaknya yang juga sangat mendukung adanya kegiatan jambore dan dan bertekad memajukan Pramuka di Kecamatan Air Putih.
“”Meski Pramuka salah satu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, tapi jika benar-benar digeluti dan dilaksanakan dengan baik, maka pramuka juga dapat membentuk sumber daya manusia (SDM) yang mandiri dan tangguh untuk menjadi generasi pembangunan, Saya sangat mendukung kegiatan ini, diharapkan dapat dipilih anggota yang nantinya akan di utus pada Jamboree Cabang yang akan diadakan dalam waktu dekat ”, kata Budianto
Sementara itu Sekertaris Kwarran Air Putih, Halimatussadiah Matondang, S.Pd , saat di temui menjelang acara penutupan pada minggu ( 28/3 )mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pendidikan bagi pelajar agar lebih mandiri. Melalui kemah bersama ini, siswa juga diajak melakukan interaksi sesama pelajar yang tergabung di Pramuka.
“Melalui kegiatan Jambore Ranting kita akan menjaring peserta yang akan kita utus dalam kegiatan Jambore Cabang yang akan kita adakan pada Bulan Mei nanti.Dalam kesempatan ini melalui kegitan Kpramukaan Kita ingin memberikan pelajaran di luar jam pelajaran sekolah, sehingga anggota Pramuka mampu mandiri. Sebab, dalam berbagai kegiatan, Pramuka selalu dididik untuk mengatasi berbagai persoalan dengan mandiri,” kata Sadiah
Selain itu, anggota Pramuka juga dididik untuk bersosialisasi serta bergotong royong. Peserta juga diajak bermain bersama dan bergembira. Selama kemah itu, ada beberapa kegiatan yang harus diikuti anggota. Antara lain penjelajahan, P3K, renungan suci, lomba memasak, baris berbaris, yel-yel, morse, api unggun, jurnalistik, layang layang, pengisian SKU dan atraksi kesenian.
Melalui kegiatan jambore tersebut, diharapkan anggota Pramuka di Kabupaten Batubara khususnya di kecamatan Air Putih mampu mengekspresikan berbagai kegiatan dengan baik. Sehingga nantinya dapat dijadikan bekal dalam kehidupan sehari-hari setelah mereka lulus dan hidup di tengah-tengah masyarakat.

SENIN,7004 SISWA SMP/MTs SE BATUBARA HADAPI UAN

Sebanyak 7004 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mupun Madrasah Tsanawiyah (MTs) baik dari negeri maupun swasta se-Kabupaten Batubara pada hari ini Senin (29/3) menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN).
Hal ini dapat dilihat dari kesiapan sekolah sekolah SMP penyelenggara UN yang telah mengadakan sosialisasi yang telah dilakukan pihak sekolah tentang UAN kepada orang tua siswa sejak Jauh hari sebelumnya.
Sementara itu Jumat kemarin Naskah soal ujian dan lembar jawaban telah sampai di Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara Sekira pukul 11.30 WIB dengan kawalan ketat pihak Kepolisian , Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara didampingi oleh Petugas Percetakan Naskah UN SMP tersebut.
Kepala Bidang Sekolah Dasar dan Menengah Syurya Darma , M.Pd Saat di Konfirmasi pada Sabtu ( 27/3) mengatakan, lembar soal dan LJK keseluruhan yang diterima Disdik Kabupaten Batubara sebanyak 34200 lembar, terbagi dari mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang nantinya diperuntukkan 7004 siswa peserta ujian tingkat SMP/MTs baik swasta maupun negeri se-Kabupaen Batubara.
"Sampai saat ini seluruh lembar soal dan jawaban dikawal ketat oleh pihak Kepolisian untuk menjaga atau menghindari indikasi adanya kecurangan yang bakal terjadi. Kita tidak ingin apa yang terjadi di UN SMA kemarin. Terjadi pada UAN SMP,”terang Syurya Darma.
Lebih lanjut Syurya juga menjelaskan, tahun ini jumlah sekolah SMP baik negeri dan swasta yang ikut melaksanakan UAN tidak kurang dari 85 sekolah, terangnya.
DISDIK HARUS LEBIH PRO AKTIF
Sementara itu melihat atau mengevaluasi kejadian Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Batubara dengan adanya indikasi kebocoran soal jawaban di Sekolah Tersebut. DPRD Kabupaten Batubara dalam hal ini Komisi C yang membidangi pendidikan. Meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupten Batubara untuk lebih proaktif melakukan pengawasan terhadap berjalannya Ujian Akhir Sekolah (UAN) di tingkat SMP.
“Dengan sampainya pendistribusian soal Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Jumat kemaren di Kantor Disdik Kabupaten Batubara , diharapkan kepada disdik untuk lebih proaktif dalam melakukan pengawasan agar tidak lagi terjadi kebocoran soal seperti UN tingkat SMA beberapa hari yang lalu.”Ujar Ketua komisi C DPRD H.Dhazanul Fadli,S.Ag, saat dihubungi melalui telepon selulernya Minggu (28/03).
Menurutnya, apa yang terjadi pada UN di tingkat SMA kemarin, hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua terutama pada Disdik Kabupaten Batubara. Dengan kejadian kemarin yaitu adanya indikasi kebocoran soal dan jawaban di satu sekolah di Indrapura, ini sebenarnya sudah mencoreng wajah pendidikan di Indonesia. Untuk mengatasi agar kejadian serupa tidak terjadi pada UAN SMP ini, pihak Disdik melakukan kerjasama dengan tim pengawas, melakukan pengawasan ketat terhadap siswa yang mengikuti ujian.
"Kalau perlu Dinas pendidikan bekerjasama dengan pengawas dan Pihak Kepolisian untuk memerika siswa peserta UN dengan ketat sebelum siswa memasuki ruangan dan tegaskan kepada bahwa hanya alat tulis yang bisa dibawa masuk ke ruang ujian,"terang Dhazanul.
POLISI HARUS LEBIH JELI
Dhazanul juga menghimbau kepada pihak kepolisian untuk lebih jeli dan serius dalam menuntaskan kasus kebocoran soal Ujian Nasional (UN) yang lalu dan mengawasi saat berlangsung ujian yang dimulai hari ini
Hal ini dikatakannya meenyikapi pelaksanaan UN tingkat SMA di Indrapura yang digemparkan dengan adanya kebocoran soal
"Karena dengan diadakannya ujian nasional dapat melihat sejauh mana tingkat ilmu siswa dan jika kebocoran itu masih terjadi maka bagaimana melihat tingkat kemampuan siswa," katanya
Saat disinggung mengenai kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, Dhazanul berharap agar UN SMA dapat berlangsung baik baik saja,aman dan Lancar dan tidak ada ke bocoran hingga pelaksanaan hari terakhir, namun keadaan dilapangan jauh berbeda, masih ada saja kecurangan-kecurangan yang terjadi.
Lebih lanjut Dhazanul mengungkapkan seharusnya Dinas Pendidikan dapat melakukan pendalaman perihal kebocoran dan kecurangan, dengan mencari sumber dan siapa oknum yang bermain dimasalah ini. Dan ketika menemukannya maka segera laporkan ke pihak kepolisian agar diberikan tindakan tegas sehingga menimbulkan efek jera.jelasnya

PEMKAB DIDESAK SEGERA REALISASIKAN PERBAIKAN JALAN DI TIGA DESA

Pemkab Batu Bara didesak agar segera memperbaiki jalan di Desa Bulan-Bulan, Pematang Panjang, dan Guntung, Kecamatan Lima Puluh, yang kondisinya sudah sangat parah. Sebab masyarakat di kawasan itu sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut.
Desakan itu disampaikan anggota DPRD Batu Bara asal daerah pemilihan (Dapil) III, Sahari Zakaria SH, saat melakukan reses I tahun 2010 Pada Jumat (26/3)Kemarin, di Desa Bulan-Bulan.
"Kita sangat prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Sebab jalan itu merupakan jalur utama bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian mereka," kata Sahari menyikapi keluhan puluhan warga yang hadir dalam kegiatan reses itu.
Menurut Sahari, berdasarkan informasi, disinyalir anggaran untuk perbaikan jalan tersebut sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010. Dengan demikian tidak ada alasan bagi Bupati untuk menunda-nunda realisasi perbaikan jalan tersebut.
"Perbaikan jalan itu sangat mendesak. Jadi Bupati jangan menunda-nundanya. Jangan menunggu sampai masyarakat marah. Sebab keluhan ini sebenarnya sudah disampaikan masyarakat sejak dari dulu-dulunya," kata Legislator dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) itu.
Kata Sahari, tujuan berdirinya Kabupaten Batu Bara hasil pemekaran Kabupaten Asahan, pada dasarnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. "Tapi kalau pelayanan kepada masyarakat tidak optimal, seperti buruknya kondisi infrastruktur, maka akan menimbulkan kesengsaraan bagi warga. Pemerintah jangan mengecewakan masyarakat yang sudah berjuang selama bertahun-tahun untuk mendirikan Kabupaten Batu Bara ini," ujarnya.
Sebelumnya, salah seorang warga Bulan Bulan , Hamid mengeluhkan buruknya kondisi jalan yang menghubung ketiga desa tersebut. Jalan sepanjang sekira 3,5 Km itu nyaris seperti kubangan kerbau. Jika hujan jalan berlumpur, kalau musim kemarau abu beterbangan kemana-mana.
"Kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Anehnya kenapa hal itu terjadi hanya pada tiga desa itu? Desa lainnya dari Simpang Gambus sampai Kedai Sianam sudah diaspal. Kenapa tiga desa yang berada diantara kedua desa itu tidak diaspal? Ada apa ini? Pemerintah terkesan pilih kasih melaksanakan pembangunan," kata Hamid.
Kegiatan reses itu juga dihadiri Kapolsek Lima Puluh AKP TP Butar-Butar SH, Danramil, sejumlah kepala desa, lurah dan kepala dusun, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan Camat Lima Puluh.

SOAL UN BOCOR, SISWA SMA TELADAN INDRAPURA HARUS IKUT UN PENGGANTI

Ujian nasional (UN) SMA/SMK/MA hari ini Jumat (26/3) berakhir.Harapan masyarakat luas khususnya masyarakat kabupaten batubara bahwa pelaksanaan UN tersebut hingga hari terakhir dapat berjalan lancar.Namun hasil pelaksanaan UN di Kabupaten Batubara untuk tahun ini harus di warnai dengan adanya Ujian Pengganti yang dilaksanakan pada tanggal 5 April 2010 akibat adanya Kebocoran soal yang terjadi di SMA Teladan Indrapura pada hari pertama pelaksanaan UN di sekolah tersebut pada Senin ( 22/3) yang lalu.
Hal mengejutkan tersebut di ungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional Mansyur Ramly dan anggota Badan Standardisasi Nasional Djaali di Jakarta, Jumat (26/3) sore kepada Salah satu Media cetak Terbitan Jakarta yang menyatakan bahwa UN di SMA Teladan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara harus mengikuti ujian pengganti yang di akibatkan oleh tertangkapnya salah seorang Siswa sekolah tersebut yang kedapatan sedang melihat kunci jawaban yang berasal dari Handphone milik siswa tersebut oleh salah seorang Tim Pemantau Independent ( TPI ) yang berasal dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Medan
Menurut Sumber METRO yang ada di sekolah tersebut menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi di hari Pertama pelaksanaan UN di SMA tersebut berawal dari kecurigaan Petugas TPI terhadap salah seorang siswa berinisial DS yang bolak balik keluar menuju WC di sekolah tersebut.
Melihat kejadian tersebut Petugas TPI yang sedang mengawas langsung mencurigai siswa tersebut dan seketika menghampiri siswa tersebut.Saat dihampiri siswa tersebut sedang melihat sesuatu diHP miliknya.Petugas tersebut langsung mengambil HP tersebut dan setelah memeriksanya ternyata didalam salah satu Pesan SMS HP tersebut terdapat kunci jawaban.Petugas kemudian menanyakan peerihal asal muasal kunci jawaban tersebut.Siswa tersebut mengakui bahwa sms jawaban tersebut berasal dari seseorang ynag ia kenal tanpa mau menyebutkan identitas pengirimnya.
Petugas TPI tersebut langsung berkoordinasi dengan atasannya dan langsung menulis kejadgian tersewbut dalam berita acara yang di bawanya.
Sementara itu terkait kejadian tersebut Kepala sekolah dan siswa tersebut mendapat pemeriksaan Intensif yang dilakukan Pihak Kepolisan
“ Untuk kasus tersebut telah ditangani langsung Polres Asahan untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk keterangan lebih lanjut silahkan langsung konfirmasi ke Polres Asahan” Ujar Kapolsek Indrapura AKP.A.Manullang saat di METRO sore tadi.
Sementara Kabag Humas Pemkab Batubara Elfrianis SH saat di konfirmasi melalu seluler menyatakan bahwa itu adalah kejadian tersebut Kesalahan murni dari Siswa yang bersangkutan karena dengan sengaja keluar masuk kelas untuk melihat jawaban melalui HP yang sebelumnya di simpan di WC sekolah tersebut
“ Untuk kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian dan mengenai adanya ujian pengganti yang dimaksud hingga saat ini pihaknya belum menerima kabar apapun.Jikalau ada perkembangan akan secepatnya di beritahu” Ujar nya seraya menutuup pembicaraan

Minggu, 28 Maret 2010

JELANG JAMBORE CABANG KWARRAN AIR PUTIH LAKSANAKAN JAMBORE RANTING.

Menjelang diadakannya Jambore Cabang Gerakan Pramuka Kwarcab Batubara tahun 2010, Kwarran (Kwartir Ranting) Gerakan Pramuka Kecamatan Air Putih menggelar Jambore Ranting di Lapangan Bola Tanah Tinggi yang diadakan dari Mulai tanggal 26 samapai dengan Maret 2010 . Kegiatan itu diikuti 600 anggota Pramuka se-Kecamatan Air putih.
Jambore Ranting tersebut diikuti seluruh Gugus Depan (Gudep) Putra Putri yang ada di Kecamatan Air Putih, mulai tingkat SD, SMP/MTs hingga SMA bahkan juga di ikuti GugusDepan SLB yang ada di Kecamatan Air Putih. Kegiatan ini dibuka Langsung KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Air Putih Budianto , S.Sos yang juga menjabat Ka Kwarran Air Putih
Budianto Dalam sambutannya, menyatakan menyambut baik dengan dilaksanakan jambore ini, karena mampu memberikan pelajaran yang baik bagi pelajar dan masyarakat di wilayahnya. Pihaknya yang juga sangat mendukung adanya kegiatan jambore dan dan bertekad memajukan Pramuka di Kecamatan Air Putih.
“”Meski Pramuka salah satu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, tapi jika benar-benar digeluti dan dilaksanakan dengan baik, maka pramuka juga dapat membentuk sumber daya manusia (SDM) yang mandiri dan tangguh untuk menjadi generasi pembangunan, Saya sangat mendukung kegiatan ini, diharapkan dapat dipilih anggota yang nantinya akan di utus pada Jamboree Cabang yang akan diadakan dalam waktu dekat ”, kata Budianto
Sementara itu Sekertaris Kwarran Air Putih, Halimatussadiah Matondang, S.Pd , saat di temui KABARA menjelang acara penutupan pada minggu ( 28/3 )mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pendidikan bagi pelajar agar lebih mandiri. Melalui kemah bersama ini, siswa juga diajak melakukan interaksi sesama pelajar yang tergabung di Pramuka.
“Melalui kegiatan Jambore Ranting kita akan menjaring peserta yang akan kita utus dalam kegiatan Jambore Cabang yang akan kita adakan pada Bulan Mei nanti.Dalam kesempatan ini melalui kegitan Kpramukaan Kita ingin memberikan pelajaran di luar jam pelajaran sekolah, sehingga anggota Pramuka mampu mandiri. Sebab, dalam berbagai kegiatan, Pramuka selalu dididik untuk mengatasi berbagai persoalan dengan mandiri,” kata Sadiah
Selain itu, anggota Pramuka juga dididik untuk bersosialisasi serta bergotong royong. Peserta juga diajak bermain bersama dan bergembira. Selama kemah itu, ada beberapa kegiatan yang harus diikuti anggota. Antara lain penjelajahan, P3K, renungan suci, lomba memasak, baris berbaris, yel-yel, morse, api unggun, jurnalistik, layang layang, pengisian SKU dan atraksi kesenian.
Melalui kegiatan jambore tersebut, diharapkan anggota Pramuka di Kabupaten Batubara khususnya di kecamatan Air Putih mampu mengekspresikan berbagai kegiatan dengan baik. Sehingga nantinya dapat dijadikan bekal dalam kehidupan sehari-hari setelah mereka lulus dan hidup di tengah-tengah masyarakat.

SENIN,7004 SISWA SMP/MTs SE BATUBARA HADAPI UAN

Sebanyak 7004 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mupun Madrasah Tsanawiyah (MTs) baik dari negeri maupun swasta se-Kabupaten Batubara pada hari ini Senin (29/3) menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN).
Hal ini dapat dilihat dari kesiapan sekolah sekolah SMP penyelenggara UN yang telah mengadakan sosialisasi yang telah dilakukan pihak sekolah tentang UAN kepada orang tua siswa sejak Jauh hari sebelumnya.
Sementara itu Jumat kemarin Naskah soal ujian dan lembar jawaban telah sampai di Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara Sekira pukul 11.30 WIB dengan kawalan ketat pihak Kepolisian , Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara didampingi oleh Petugas Percetakan Naskah UN SMP tersebut.
Kepala Bidang Sekolah Dasar dan Menengah Syurya Darma , M.Pd Saat di Konfirmasi KABARA pada Sabtu ( 27/3) mengatakan, lembar soal dan LJK keseluruhan yang diterima Disdik Kabupaten Batubara sebanyak 34200 lembar, terbagi dari mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, yang nantinya diperuntukkan 7004 siswa peserta ujian tingkat SMP/MTs baik swasta maupun negeri se-Kabupaen Batubara.
"Sampai saat ini seluruh lembar soal dan jawaban dikawal ketat oleh pihak Kepolisian untuk menjaga atau menghindari indikasi adanya kecurangan yang bakal terjadi. Kita tidak ingin apa yang terjadi di UN SMA kemarin. Terjadi pada UAN SMP,”terang Syurya Darma.
Lebih lanjut Syurya juga menjelaskan, tahun ini jumlah sekolah SMP baik negeri dan swasta yang ikut melaksanakan UAN tidak kurang dari 85 sekolah, terangnya.
DISDIK HARUS LEBIH PRO AKTIF
Sementara itu melihat atau mengevaluasi kejadian Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Batubara dengan adanya indikasi kebocoran soal jawaban di Sekolah Tersebut. DPRD Kabupaten Batubara dalam hal ini Komisi C yang membidangi pendidikan. Meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupten Batubara untuk lebih proaktif melakukan pengawasan terhadap berjalannya Ujian Akhir Sekolah (UAN) di tingkat SMP.
“Dengan sampainya pendistribusian soal Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Jumat kemaren di Kantor Disdik Kabupaten Batubara , diharapkan kepada disdik untuk lebih proaktif dalam melakukan pengawasan agar tidak lagi terjadi kebocoran soal seperti UN tingkat SMA beberapa hari yang lalu.”Ujar Ketua komisi C DPRD H.Dhazanul Fadli,S.Ag, saat dihubungi melalui telepon selulernya Minggu (28/03).
Menurutnya, apa yang terjadi pada UN di tingkat SMA kemarin, hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua terutama pada Disdik Kabupaten Batubara. Dengan kejadian kemarin yaitu adanya indikasi kebocoran soal dan jawaban di satu sekolah di Indrapura, ini sebenarnya sudah mencoreng wajah pendidikan di Indonesia. Untuk mengatasi agar kejadian serupa tidak terjadi pada UAN SMP ini, pihak Disdik melakukan kerjasama dengan tim pengawas, melakukan pengawasan ketat terhadap siswa yang mengikuti ujian.
"Kalau perlu Dinas pendidikan bekerjasama dengan pengawas dan Pihak Kepolisian untuk memerika siswa peserta UN dengan ketat sebelum siswa memasuki ruangan dan tegaskan kepada bahwa hanya alat tulis yang bisa dibawa masuk ke ruang ujian,"terang Dhazanul.
POLISI HARUS LEBIH JELI
Dhazanul juga menghimbau kepada pihak kepolisian untuk lebih jeli dan serius dalam menuntaskan kasus kebocoran soal Ujian Nasional (UN) yang lalu dan mengawasi saat berlangsung ujian yang dimulai hari ini
Hal ini dikatakannya meenyikapi pelaksanaan UN tingkat SMA di Indrapura yang digemparkan dengan adanya kebocoran soal
"Karena dengan diadakannya ujian nasional dapat melihat sejauh mana tingkat ilmu siswa dan jika kebocoran itu masih terjadi maka bagaimana melihat tingkat kemampuan siswa," katanya
Saat disinggung mengenai kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, Dhazanul berharap agar UN SMA dapat berlangsung baik baik saja,aman dan Lancar dan tidak ada ke bocoran hingga pelaksanaan hari terakhir, namun keadaan dilapangan jauh berbeda, masih ada saja kecurangan-kecurangan yang terjadi.
Lebih lanjut Dhazanul mengungkapkan seharusnya Dinas Pendidikan dapat melakukan pendalaman perihal kebocoran dan kecurangan, dengan mencari sumber dan siapa oknum yang bermain dimasalah ini. Dan ketika menemukannya maka segera laporkan ke pihak kepolisian agar diberikan tindakan tegas sehingga menimbulkan efek jera.jelasnya

PEMKAB DIDESAK SEGERA REALISASIKAN PERBAIKAN JALAN DI TIGA DESA

Pemkab Batu Bara didesak agar segera memperbaiki jalan di Desa Bulan-Bulan, Pematang Panjang, dan Guntung, Kecamatan Lima Puluh, yang kondisinya sudah sangat parah. Sebab masyarakat di kawasan itu sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut.
Desakan itu disampaikan anggota DPRD Batu Bara asal daerah pemilihan (Dapil) III, Sahari Zakaria SH, saat melakukan reses I tahun 2010 Pada Jumat (26/3)Kemarin, di Desa Bulan-Bulan.
"Kita sangat prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Sebab jalan itu merupakan jalur utama bagi masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian mereka," kata Sahari menyikapi keluhan puluhan warga yang hadir dalam kegiatan reses itu.
Menurut Sahari, berdasarkan informasi, disinyalir anggaran untuk perbaikan jalan tersebut sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010. Dengan demikian tidak ada alasan bagi Bupati untuk menunda-nunda realisasi perbaikan jalan tersebut.
"Perbaikan jalan itu sangat mendesak. Jadi Bupati jangan menunda-nundanya. Jangan menunggu sampai masyarakat marah. Sebab keluhan ini sebenarnya sudah disampaikan masyarakat sejak dari dulu-dulunya," kata Legislator dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) itu.
Kata Sahari, tujuan berdirinya Kabupaten Batu Bara hasil pemekaran Kabupaten Asahan, pada dasarnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. "Tapi kalau pelayanan kepada masyarakat tidak optimal, seperti buruknya kondisi infrastruktur, maka akan menimbulkan kesengsaraan bagi warga. Pemerintah jangan mengecewakan masyarakat yang sudah berjuang selama bertahun-tahun untuk mendirikan Kabupaten Batu Bara ini," ujarnya.
Sebelumnya, salah seorang warga Bulan Bulan , Hamid mengeluhkan buruknya kondisi jalan yang menghubung ketiga desa tersebut. Jalan sepanjang sekira 3,5 Km itu nyaris seperti kubangan kerbau. Jika hujan jalan berlumpur, kalau musim kemarau abu beterbangan kemana-mana.
"Kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Anehnya kenapa hal itu terjadi hanya pada tiga desa itu? Desa lainnya dari Simpang Gambus sampai Kedai Sianam sudah diaspal. Kenapa tiga desa yang berada diantara kedua desa itu tidak diaspal? Ada apa ini? Pemerintah terkesan pilih kasih melaksanakan pembangunan," kata Hamid.
Kegiatan reses itu juga dihadiri Kapolsek Lima Puluh AKP TP Butar-Butar SH, Danramil, sejumlah kepala desa, lurah dan kepala dusun, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan Camat Lima Puluh

SOAL UN BOCOR, SISWA SMA TELADAN INDRAPURA HARUS IKUT UN PENGGANTI

Ujian nasional (UN) SMA/SMK/MA hari ini Jumat (26/3) berakhir.Harapan masyarakat luas khususnya masyarakat kabupaten batubara bahwa pelaksanaan UN tersebut hingga hari terakhir dapat berjalan lancar.Namun hasil pelaksanaan UN di Kabupaten Batubara untuk tahun ini harus di warnai dengan adanya Ujian Pengganti yang dilaksanakan pada tanggal 5 April 2010 akibat adanya Kebocoran soal yang terjadi di SMA Teladan Indrapura pada hari pertama pelaksanaan UN di sekolah tersebut pada Senin ( 22/3) yang lalu.
Hal mengejutkan tersebut di ungkapkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional Mansyur Ramly dan anggota Badan Standardisasi Nasional Djaali di Jakarta, Jumat (26/3) sore kepada Salah satu Media cetak Terbitan Jakarta yang menyatakan bahwa UN di SMA Teladan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara harus mengikuti ujian pengganti yang di akibatkan oleh tertangkapnya salah seorang Siswa sekolah tersebut yang kedapatan sedang melihat kunci jawaban yang berasal dari Handphone milik siswa tersebut oleh salah seorang Tim Pemantau Independent ( TPI ) yang berasal dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Medan
Menurut Sumber KABARA yang ada di sekolah tersebut menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi di hari Pertama pelaksanaan UN di SMA tersebut berawal dari kecurigaan Petugas TPI terhadap salah seorang siswa berinisial DS yang bolak balik keluar menuju WC di sekolah tersebut.
Melihat kejadian tersebut Petugas TPI yang sedang mengawas langsung mencurigai siswa tersebut dan seketika menghampiri siswa tersebut.Saat dihampiri siswa tersebut sedang melihat sesuatu diHP miliknya.Petugas tersebut langsung mengambil HP tersebut dan setelah memeriksanya ternyata didalam salah satu Pesan SMS HP tersebut terdapat kunci jawaban.Petugas kemudian menanyakan peerihal asal muasal kunci jawaban tersebut.Siswa tersebut mengakui bahwa sms jawaban tersebut berasal dari seseorang ynag ia kenal tanpa mau menyebutkan identitas pengirimnya.
Petugas TPI tersebut langsung berkoordinasi dengan atasannya dan langsung menulis kejadgian tersewbut dalam berita acara yang di bawanya.
Sementara itu terkait kejadian tersebut Kepala sekolah dan siswa tersebut mendapat pemeriksaan Intensif yang dilakukan Pihak Kepolisan
“ Untuk kasus tersebut telah ditangani langsung Polres Asahan untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk keterangan lebih lanjut silahkan langsung konfirmasi ke Polres Asahan” Ujar Kapolsek Indrapura AKP.A.Manullang saat di METRO sore tadi.
Sementara Kabag Humas Pemkab Batubara Elfrianis SH saat di konfirmasi METRO melalu seluler menyatakan bahwa itu adalah kejadian tersebut Kesalahan murni dari Siswa yang bersangkutan karena dengan sengaja keluar masuk kelas untuk melihat jawaban melalui HP yang sebelumnya di simpan di WC sekolah tersebut
“ Untuk kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian dan mengenai adanya ujian pengganti yang dimaksud hingga saat ini pihaknya belum menerima kabar apapun.Jikalau ada perkembangan akan secepatnya di beritahu” Ujar nya seraya menutuup pembicaraan

UN SMA/SMK 2010 KABUPATEN BATUBARA BERAKHIR

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara TM Syafii, melalui Sekretaris Penyelenggara UN Syurya Darma, M.Pd,Saat Ditemui Kabara pada Jumat(26/3) menegaskan pelaksanaan UN tingkat SMA/MA dan SMK di Kabupaten Batubara yang dimulai sejak Senin (22/2) hingga Jumat (26/3) yang di ikuti 4186 Siswa yang terdiri dari tingkat SMA 2032 Siswa,tingkat SMK 1204 Siswa dan tingkat MA 950 siswa, telah berjalan dengan aman dan lancar,
Kepada pihak Polres Asahan, Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara mengucapkan terima kasihnya, karena telah melakukan pengamanan selama pelaksanaan UN tingkat SMA/MA dan SMK di Kabupaten Batubara sehingga dapat berjalan aman, tertib dan lancar.
Kapolres Asahan AKBP Mashudi melalui Kanit III Sat Intelkam, Iptu Syarifuddin ketika ditemui METRO di Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara mengatakan bahwa Ujian Nasional SMA/MA dan SMK di Kabupaten Batubara Berlangsung dengan aman dan lancer
“ Pelaksanaan UN di Kabuipaten Asahan berjalan lancar dan aman berkat dukungan semua pihak terkait ,tanpa adanya dukungan tersebut rasaya mustahil tercapai apa yang menjadi tujuan bersama yakni aman dan lancer “ ujar Syarifuddin
Hari terakhir penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) di SMK Swasta Budi Dharma, Indrapura , Kecamatan Air Putih berlangsung aman dan lancar,
Kepala Sekolah SMK Budi Dharma Drs. Dwi Supratikno melalui Wakasek Dasiman S.Pd Saat di temui menjelaskan peserta UN di sekolahnya sebanyak 342 siswa dari berbagai jurusan keahlian yang ditampung pada 18 ruangan/kelas dan diawasi 36 pengawas dari anggota Sub Rayon.
Dikatakan, pelaksanaan UN selama 5 hari tersebut berlangsung aman dan lancar, tidak ditemukan adanya kejanggalan.
Lebih lanjut katanya, pihaknya sebelum menggelar UN SMA/SMK sederajat pada hari terakhir mengimbau kepada segenap siswa untuk tidak melakukan aksi coret-coret seragam sekolah karena tindakan semacam ini tidak mendidik dan mencoreng dunia pendidikan.
DISTRIBUSI SOAL UN SMP/MTS BATUBARA TELAH TIBA
Distribusi soal UN SMP/MTs yang diangkut dengan menggunakan truk tersebut terlihat telah tiba di kantor Dinas Pendidikan kabupaten Batubara Pada Jumat (26/3) sekira pukul 11.30 WIB. Kotak Soal dan LJK yang berjumlah 55 Kotak langsung diamankan oleh pihak panitia Penyelenggara UN Kabupaten Batubara dengan disaksikan Petugas Kepolisian
Sekretaris Penyelenggara UN Syurya Darma, M.Pd, mengatakan siswa SMP/MTs di Banten yang mengikuti UN tahun 2010 adalah 7004 orang siswa. Jumlah siswa tersebut berasal dari 85 SMP/MTs se Kabupaten Batubara
“Sekolah penyenggara UN berjumlah 85 sekolah dan seluruh siswa yang mengikuti UN SMP/MTs tersebut akan menempati 387 ruang kelas,” ujarnya.
Syurya Darma berharap agar seluruh Kepala Sekolah dan guru percaya bahwa siswanya mampu mengerjakan seluruh soal UN. Pasalnya, seluruh soal UN tersebut sudah diajarkan ke siswa.
“Guru jangan mempunyai kekhawatiran yang berlebihan. Karena pada dasarnya, seluruh mata pelajaran yang diujikan sudah diajarkan ke siswa. Beri siswa kepercayaan bahwa mereka mampu mengerjakan soal-soal UN. Dengan adanya kepercayaan tersebut, diharapkan siswa tidak mempunyai beban apa-apa. Sehingga siswa dapat menjawab seluruh soal UN,” ungkapnya.
Sementara itu, soal-soal UN SMP/MTs yang telah tiba di Dinas Pendidikan Usai melalui proses ceking oleh pihak-pihak terkait, soal-soal UN tersebut langsung didistribusikan pada sub-rayon masing-masing dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.
Sementara itu, untuk menghindari beredarnya kunci jawaban soal melalui sms, Pihaknya meminta agar pengawas dan petugas kepolisian memperketat penggunaan handphone di dalam ruangan dengan memeriksa barang bawaan siswa selai alat alat yang digunakan untuk keperluan UN. Jangan sampai siswa membawa lembaran contekan dan alat komunikasi didalam kelas. Kekhawatiran munculnya kunci jawaban itu lantaran ada siswa yang tidak lulus tahun lalu gara-gara menyontek jawaban palsu yang beredar.
“Karena itu kami tidak ingin persoalan itu terjadi lagi,” tegasnya

PELANGGAN SERING KECEWA,WARGA BATUBARA DESAK PEMKAB UNTUK DIRIKAN PDAM

Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Silau Piasa yang ada di Wilayah Indrapura Kecamatan Air Putih tampaknya harus terus Kecewa. Sebab, , pasokan air dari perusahaan milik daerah itu selain kotor dan macet juga telah bercampur lumpur.
Warga yang melayangkan keluhan tersebut kepada Petugas PDAM, beberapa kali hanya dijawab akan segera dibenahi. Namun, sejauh ini pembenahan yang dilakukan belum memuaskan pelanggan.
Kini, bagi sejumlah pelanggan yang tidak memiliki sumur pribadi, kurang lancarnya pasokan air tersebut justru menjadi kesulitan warga.
"Sudah kotor airnya. Kami tidak bisa mengkonsumsi air ini lagi. Sungguh sangat menjengkelkan," terang H.Rusli (61) salah seorang pelanggan PDAM di Kelurahan Indrapura
Dikatakan, untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, dirinya terpaksa mengungsi ke rumah anak yang memiliki sumber air dari sumur bor. "Saya sudah melaporkan keluhan ini pada petugas PDAM, namun hanya dapat jawaban bahwa kebocoran ini disebabkan kebocoran pipa, tanpa ada penjelasan kapan penderitaan bagi kami ini berakhir," tandasnya.
Warga Kelurahan indrapura yang ditemui pada Rabu malam (24/3) di Depot Air Minum isi ulang Di Kelurahan Indrapura yang tidak bersedia menyebutkan jati dirinya menyebutkan , suplay air PDAM melalui jaringan pipa distribusi amat kotor, sehingga tak layak dikonsumsi sebagai air minum.
Untuk menjaga kesehatan, pihaknya terpaksa membeli air sulingan isi ulang di water sulingan khusus untuk air minum dan kebutuhan masak. Sedangkan air suplai PDAM khusus diperuntukkan untuk mencuci pakaian dan mandi.
"Yang tidak enaknya, rekening air terlambat sedikit kena denda, sementara pelayanan PDAM tidak maksimal. Sebaiknya PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) diubah namanya, karena tidak mampu mensuplai air minum yang bersih dan bisa diminum walaupun harus dimasak terlebih dulu," ujar warga tersebut.
Sementara itu ditemui di tempat terpisah Salah seorang Tokoh Masyarakat yang ada di Kelurahan Indrapura H.Idris ( 65 ) Saat di temui mengatakan Bahwa dirinya sangat prihatin atas apa yang menimpa Warga Kelurahan Indrapura sebagai Pelanggan PDAM.Untuk hal tersebut dirinya bersama tokoh masyarakat lainnya akan menyampaikan hal tersebut kepada anggota DPRD kabupaten Batubara pada saat Kegiatan Reses
“Dalam reses tersebut saya akan menyampaikan Keluhan saya dan warga Pelanggan PDAM kepada anggota dewan yang sedang reses tersebut.Kita akan meminta kepada Dewan agar menyampaikan masalah air bersih tesebut Kepada Pihak Pemkab Batubara.Kita Juga mendesak dewan agar kiranya Pemkab Dapat membangun Pasilitas Air Bersih seperti PDAM di kabupaten Batubara ini.dengan adanya PDAM kabupaten Batubara diharapkan nantinya masalah Air bersih dapat segera teratasi” Pungkasnya

MASA RESES, ANGGOTA DPRD KABUPATEN BATUBARA TURUN KE DAPIL MASING MASING

Sebanyak 35 orang anggota DPRD Kabupaten batubara memasuki masa reses, melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing untuk menghimpun aspirasi masyarakat. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batubara Asmadinata Dalimunte Saat di temui Pada Kamis (25/3) mengatakan, reses ini yang pertama bagi anggota DPRD yang baru.
"Kunjungan kerja atau reses pertama bagi anggota DPRD periode 2009-2014 ini bertujuan untuk menghimpun aspirasi masyarakat dan juga menerima secara langsung masukan-masukan serta informasi, yang sifatnya untuk mempercepat peningkatan serta pelaksanaan pembangunan yang sesegera mungkin dibutuhkan masyarakat untuk disampaikan kepada eksekutif dalam penyusunan rancangan pembangunan Kabupaten Batubara tahun 2011 mendatang ," katanya.
Ia mengemukakan, masing-masing anggota dewan akan mendatangi konstituennya di desa dan kecamatan yang menjadi tempat tujuan reses untuk melakukan dialog sekaligus melihat permasalahan yang terjadi di masyarakat.
"Karena banyaknya parmasalahan yang terjadi di masyarakat tidak semua permasalahan yang ada di masyarakat paling bawah dapat terangnkat hingga ke permukaan. Seperti halnya pembangunan yang paling mendasar, riol desa atau sarana lainny," ujarnya.
Setiap anggota dewan, lanjut dia, akan didampingi dua orang pendamping dari sekretariat untuk membantu mencatat, membuat laporan pertangungjawaban kegiatan selama reses.
Selama reses masing-masing anggota dewan mendapatkan dana dari APBD yang akan dipergunakan untuk biaya makan-minum, dokumentasi, akomodasi, sewa tempat selama kegiatan.
Hasil pertemuan dengan masyarakat itu kemudian dibuat satu laporan untuk diserahkan kepada pimpinan DPRD yang kemudian disampaikan dalam rapat paripurna
"Karena tidak menutup kemungkinan ada beberapa poin yang sangat diperlukan masyarakat namun belum masuk dalam anggaran di APBD, maklum wilayah Kabupaten Batubara cukup luas sehingga kemungkinan tercecernya masalah yang mendesak itu pasti akan terjadi," katanya
RESES ANGGOTA DPRD BATUBARA DI DAPIL II
Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Batubara asal Dapil II melakukan kegiatan Reses di Kecamatan Air Putih, yang dilaksanakan di aula Kecamatan Air Putih.
Kegiatan reses tersebut dihadiri oleh, Camat Air Putih , Akhmadan Chair S.Sos, Danramil Indrapura,Lapolsek Indrapura AKP A.Manullang, Para Tokoh Agama dan masyarakat, Ketua Parpol , Perwakilan SKPD kab Batubara, Seluruh kepala Desa yang ada di Kecamatan Air Putih
Ketua Tim Reses Dapil II, Asmadinata Dalimunthe ( Partai PPP ) yang didampingi Suharto BA ( Partai Golkar ) , Benni Pius Sianturi, S.Kom ( Partai PPRN ) dan Gomal SP Rajagukguk,ST ( Partai PDP ) mengatakan, pelaksanaan reses anggota DPRD Kabupaten Batubara ini diawali berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 25 sampai dengan 27 Maret 2010
“Sesuai dengan jadwal ,setelah melakukan reses dengan Camat, para kepala desa, aparat dan perangkat desa ,Para Tokoh masyarakat serta Para ketua Partai Politik tingkat kecamatan, Kita akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan” Ujar Asmadinata Dalimunthe
Asmadinata menambahkan, pada seluruh kepala desa agar memberikan masukan pada dewan, yang mana informasi tersebut akan dibawa ketingkat Eksekutif yakni Pemkab Batubara, yang akan dipertimbangkan untuk pembangunan pada tahun 2011 akan datang, yang mana dewan menindaklanjutinya atas usulan dari masyarakat desa serta usulan dari desa, pihaknya juga kan turun melihat lansung, kebutuhan masyarakat pada waktu tertentu dibulan ini.
Sebelumnya Camat Air Putih, Akhmadan Chair S.Sos mengatakan Reses anggota DPRD merupakan melengkapi kegiatan Musrenbang yang baru dilakukan kemarin, yang mana jika ada masukan dari desa yang belum tertampung dalam Musrenbang dapat disampaikan pada saat reses, untuk kepentingan desa dan masyarakat untuk pembangunan umum dan prasarana desa serta kemajuan bersama.
Pada kesempatan tersebut kepala desa yang hadir secara umum menyampaikan dan meminta kepada anggota DPRD untuk sesegera mungkin melakukan pembangunan di desanya sesuai dengan data yang diberikan.
Sementara itu masukan lainnya yang disampaikan Salah Seorang Tokoh masyarakat Kelurahan Indrapura ,H.Idris adalah tentang Pelayanan Air Bersih yang kurang memuaskan, Penerangan Lampu Jalan yang masih kurang dan juga Tentang Benteng penahan Banjir yang sudah saatnya di perbaiki
“ Sudah hampir 30 tahun semenjak dibangun tanggul ataupun benteng tersebut belum pernah di perbaiki,untuk itu kita minta kepada pemkab batubara melalui instansi terkait untuk segera memperbaiki benteng ataupun tanggul tersebut agar tidak jebol dan mengakibatkan banjir besar seperti tahun 2001 yang lalu yang menenggelamkan Kota indarpura dan sekitar nya “ ujarnya

MEMASUKI HARI KE TIGA UN, POLISI PERKETAT KEAMANAN

Memasuki hari Ketiga Kepolisian Resort (Polres) Asahan menyatakan akan lebih memperketat pengamanan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat SMA/SMK 2010 di sekolah penyelenggara UN dan juga Sekolah yang dijadikan titik penyimpanan soal, atau titik rayon. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran soal dalam pelaksanaan UN yang telah berlangsung mulai 22 Maret 2010.
“Seluruh soal UN yang didistribusikan Dinas Pendidikan kabupaten Batubara berada di rayon yang telah ditentukan. Soal-soal itu kemudian didistribusikan ke masing-masing sekolah. Maka dari itu, pengaman di titik rayon akan diperketat,” Ujar Kapolres Asahan AKBP Mashudi melalui Kapolsek indrapura AKP A.Manullang, Saat di temui KABARBATUBARA pada Rabu (24/3).di Mapolsek Indrapura
Kapolsek lebih lanjut menjelaskan, dalam pengamanan tersebut, pihaknya akan memberlakukan dua sistem pengamanan. Yakni, pengamanan terbuka dan pengamana tetutup. Oleh karena itu, pada pengamanan UN ini, pihaknya akan membagi personil yang akan diterjunkan menjadi beberapa kelompok. Bagi anggota yang berpakaian lengkap akan berjaga mulai proses pengambilan sampai pendistribusian soal-soal UN. Sedangkan personil yang bertugas di sekolah untuk lebih ketat memeriksa barang bawaan siswa berupa HP maupun catatan lainnya yang di curigai sebagai bocoran soal
“Ini kan pengamanan UN yang hanya bersifat pengawalan saja. Jadi nggak perlu ada perlengkapan senjata. Akan tetapi penjagaan perlu dilakukan untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan seperti masuknya HP dan catatan yang berisi jawaban,” ujar A.Manullang
A.manullang juga mengungkapkan seluruh anggotanya telah diturunkan untuk mengamankan UN . Mereka ditempatkan di seluruh sekolah yang ada di wilayah hukumnya
Selain itu, dirinya juga meminta kepada peserta UN untuk tidak mengkhawatirkan keamanan saat pelaksaan UN. Para peserta UN hanya diminta tetap berkonsentrasi mengikuti UN

KOMISI A DPRD BATUBARA TEMUKAN PELANGGARAN PERDA TENTANG BIAYA PENGURUSAN KTP

Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batubara kembali menemukan Pelanggaran perda no 24 tahun 2009 yang dilakukan salah seorang Kepala desa Di kabupaten batubara. Untuk hal tersebut DPRD memanggil Dinas Kepundudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil )Kabupaten Batubara dalam rangka dengar pendapat dan klarifikasi tentang temuan tersebut pada Senin (22/3) yang lalu
Dalam rapat dengar pendapat tersebut yang dihadiri oleh Usman Selaku wakil Ketua Komisi A, Hamonangan Simatupang AMd,Selaku Sekretaris dan Amat Muhtaz selaku Anggota sementara dari Pihak Disdukcapil dihadiri langsgung oleh Kadis Drs.H.Syarifuddin, SH dengan didampingi oleh para stafnya
Dalam rapat dengar pendapat tersebut Komisi A Melalui Pimpinan Rapat ,Usman menegaskan kepada Kadis dukcapil agar segera menetralkan kembali Biaya Pembuatan KTP dan KK yang dianggap telah melanggar ketentuan yang telah di tetapkan sesuai dengan Perda dan Juga permasalahan Online nya sistim pembuatan KTP yang hingga saat in belum terealisdasi
Kadis Dukcapil Drs.H.Syarifuddin menegaskan bahwa pihaknya jauh hari telah mensosialisasikan tentang biaya KTP dan KK sesuai perda yang ia thuamgkandalam Spanduk yang ia sebar setiap desa dan kelurahan yang ada di kabupaten batubara sebanyak 101 lembar. Dirinya juga telah menegaskan akan memecat anggotanya apabila mengutif biaya diatas perda yang telah ditetapkan.Mengenai System online yang hingga saat ini belum seluruhnya rampung Kadis menjelaskan bahwa sejak peluncuran perdana KTP online tersebut yang di mulai tanggal 15/1/2010 yang lalu hingga saat ini baru 40 desa dari Desa yang ada di kabupaten batubara yang sudah rampung Sistem online.Pihaknya juga menyatakan bahwa kesalahan yang terjadi pada sistem online di kecamatan adalah tanggung jawabnya Jika terjadi kesalahan pada system online di desa itu alah tanggung Jawab Pihak BPMD selaku penanggung jawab sistem onlie di desa
Lebih lanjut Pimpinan Rapat di akhir acara menegaskan kepada pihak Dukcapil bahwa biaya pembuatan KTP dan KK baik di desa maupun di kecamatan haryuslah mengacu pada perda No.24 tahun 2009. Untuk KTP Rp 20ribu sedangkan KK hanya Rp.5ribu.Sedangkan untuyk warga yang kurang mampu diminta Didukcapil memebebaskan warga tersebut dari Biaya Pembuatan KTP maupun KK karena hal tersebut memang telah tertuang dalam dala perda tersebut.
Kades Pasang Tarif Capai Rp60.000-Rp 95.000
Warga masyarakat Cahaya Pardomuan merasa kecewa akan pengumuman Kades Cahaya Pardomuan yang mematok tarif harga KK dan KTP yang sangat mahal dan tidak mengindahkan Perda No 24 tahun 2009 Pasal 100 tentang restribusi kutipan KK dan KTP.
Ironisnya, Kades secara sepihak mematok tarif pungutan dan diumumkan kepada masyarakat yakni 1 KK beserta 1 KTP seharga Rp 60.000 dan 1 KK dan 2 KTP seharga Rp 95.000.
“Tarif tersebut merupakan tarif yang disepakati pada rapat desa tanggal 28 Februari 2010 dan ditandatangani Kades Cahaya Pardomuan Aris Rumahorbo."ungkap Salah seorang tokoh Masyarakat ,Albert Butar-Butar kepada KABARBATUBARA, Rabu(24/3).
"Ini jelas-jelas membebani rakyat. Perda No 24 tahun 2009 Pasal Bab IV Pasal 100 ayat (1) jelas mengatur prinsip penetapan struktur dan besarnya tarif distribusi untuk Kartu keluarga WNI sebesar Rp 5000, ayat(2) biaya pelayanan pembuatan KTP WNI sebesar Rp. 20.000.
Harusnya peran kades yang dipercayai dan dipilih rakyat tegakkan peraturan, membantu dan melayani masyarakat bukan membuat kecewa warga dengan mematok tarif kepengurusan KK dan KTP dengan harga mahal."ungkap Butar butar
Selanjutnya dia mengatakan harusnya aparat pemerintah Batubara melihat kebawah kedesa-desa dan menindak aparat desa yang lakukan pematokan pungutan kepengurusan KK dan KTP melebihi ketentuan Perda yang berlaku
“Saya beserta 51 warga Cahaya Pardomuan sudah melaporkan Kades kepada DPRD Batubara, Bupati Batubara dan telah diterima staf dan menunggu tindakan kelanjutannya."ungkapnya seraya menunjukkan surat laporannya

KOMISI A DPRD BATUBARA TEMUKAN PROYEK BERMASALAH

Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batubara menemukan beberapa proyek bermasalah di KecamatanTanjung Tiram. Hal tersebut terungkap hasil Peninjauan langsung Komisi A DPRD Kabupaten Batubara terhadap beberapa proyek tahun 2009.
Setidaknya ada tiga temuan Proyek yang bermasalah yang ditindak lanjuti Komisi A DPRD Batubara, yaitu Proyek Pembangunan Jembatan komposit yang terletak Didesa Bagan Dalam Kecamatan Tanjung Tiram dengan nilai proyek Rp 812 juta yang di laksanakan oleh CV Sarana Bahari hingga saat ini baru rampung 30% dengan kondisi dibiarkan terbengkalai dan Proyek Pembersihan dan Perbaikan Parit Belanda yang tampak di kerjakan asal jadi yang di kerjakan oleh CV Mubdi RN dengan nilai proyek Rp. 280 juta serta Pembangunan 10 titik Pemecah ombak di pantai Bunga Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram dengan nilai Proyek Rp.285 juta dan kembali dibiarkan terbengkalai
Menurut anggota Komisi A DPRD Batubara,Amat Muhtaz ketika di Konfirmasi KABARBATUBARA mengatakan, Peninjauan Langsung yang dilakukan para anggota DPRD Batubara khususnya dari Komisi A yang membidangi masalah pembangunan ini adalah bertujuan melihat langsung hasil pembangunan APBD tahun 2009 seperti yang banyak diberitakan media massa.
"Kegiatan Peninjauan kita lakukan untuk melihat langsung laporan masyarakat dan pemberitaan media yang adanya beberapa proyek bermasalah di Kecamatan Tanjung Tiram
"ujar Legislator dari PKS tersebut
Lebih lanjut Dikatakan Amat Muhtas, apabila pekerjaan proyek tersebut dibiarkan, maka kedepannya akan terulang kembali pekerjaan yang amburadul. Bahkan, hasilnya hal tersebut tak dapat dinikmati oleh masyarakat.
"Padahal tujuan dari proyek untuk dapat dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat, "katanya.
Diungkapkan, dalam sidak tersebut ada beberapa temuan yang saat ini menjadi laporan
"Ini sudah kita laporkan ke pimpinan untuk ditindak lanjuti, "ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi A lainnya , Hamonangan Simatupang.A.Md terkait dari hasil kunjungan tersebut ketiga proyek yang ditinjau langsung ternyata bermasalah.Untuk hal tersebut pihaknya melalui Komisi A DPRD akan meminta Kadis Pekerjaan Umum dan Pertambangan ( PU dan P ) kabupaten Batubara untuk memanggil ketiga Pelaksana Proyek tersebut
“ Kita akan meminta Dinas PU dan P untuk segera memanggil Pelaksana Ketika Proyek yang bermasalah tersebut guna mempertanggung jawabkan hasil Pelaksanaan Proyek yang mereka kerjakan” ujar Legislator Partai damai Sejahtera Tersebut
Terkai haltersebut, dalam waktu dekat DPRD akan menyurati secara resmi kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.
‘’Hasil temuan tersebut akan segera disampaikan kepada Pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk dapat dilakukan penyidikan,’’ terangnya

KLH BATUBARA DIMINTA UNTUK MENUTUP AKTIFITAS PENAMBANGAN BATU PADAS

Direktur Eksekutif LSM Batubara Hijau M.Arsyad Sahuri Nainggolan, meminta pemerintah Kabupaten melalui Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Batubara untuk menutup aktivitas penambangan Batu Padas yang di duga Milik Salah seorang oknum jaksa Di Kabupaten Asahan, yang terletak didesa Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh, kabupaten Batubar karena dinilai dengan adanya aktifitas penggalian batu Padas dapat merusak Lingkungan Hidup di desa tersebut karena tidak mengindahkan aturandan peraturan serta ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut tertuang dalam Surat Pengaduan dengan nomor 01/BB-H/XVIII-III-2010 tertanggal 18 Maret 2010 yang di tujukan kepada Kepala kantor Lingkungan Hidup kabupaten Batubara di Lima Puluh
"Jika aktivitas penambangan tersebut tidak dihentikan, kami khawatir akan terjadi kerusakan Lingkungan hidup yang sangat besar dan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat yang ada sekarang dan di kemudian hari," ujarnya Kepada KABARBATUBARA pada Jumat ( 19/3 ).
Arsyad mengkhawatirkan hal itu karena berdasarkan UU lingkungan Hidup No.23 tahun 1997 adalah Suatu produk Pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat agar dapat terus hidup dalam lingkungan hidup yang sehat
Oleh karena itu pengusaha Penggalian ( penambangan,red) batu padas tersebut dianggap telah melanggar UU No.32 tahun 2009 bab I Pasal I ayat 16. Perusakan Lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap fisik ,kimia maupun hayati lingkungan hidup sehingga melampaui criteria baku kerusakan lingkungan hidup dapat dipidana 3 tahun dan paling lama 10 tahun penjara dana denda paling sedikit Rp 3 Milyar dan paling banyak Rp.10 Milyar
Oleh karena itu , pemerintah daerah kabupaten batubara sudah saatnya menutup aktivitas penambangan untuk mencegah dampak terburuk bagi lingkungan dan ancaman yang lebih buruk lagi serta menindak pengusaha yang bersangkutan secara hokum dan undang undang yang berlaku
"Dan pihak pengusaha harus melaksanakan kewajibannya untuk membayar konpensasi kepada masyarakat dan mereklamasi areal yang telah dieksploitasi," imbuhnya

KINERJA SEKWAN DPRD BATUBARA BELUM OPTIMAL

Kinerja Sekwan DPRD Kabupaten Batubara dinilai sejumlah kalangan belum optimal, terutama dalam memposisikan diri terhadap kalangan wartawan yang meliput di gedung DPRD Kabupaten Batubara. Mereka menilai banyak persoalan yang tidak dimengerti oleh Sekwan. Sejumlah Wartawan kepada KABARBATUBARA mengaku sangat dirugikan oleh kinerja sekwan, sehingga banyak agenda DPRD yang krusial tidak terpublikasi di media cetak. Apa yang dikeluhkan sejumlah wartawan Media Cetak cukup mendasar, sebab pengamatan KABRBATUBARA, sejauh ini Pihak sekwan memang terkesan arogan dan kurang transparan sehingga menyulitkan wartawan yang meliput di Gedung DPRD Kabupaten Batubara. sebagaimana yang diungkapkan oleh salah seorang wartawan Mingguan media lokal Kabupaten Batubara, M.Yos mengaku kesulitan untuk mengetahui apa agenda sidang yang akan dibahas para wakil rakyat. Ia mengungkapkan sudah beberapa kali meminta jadwal sidang maupun risalah hasil sidang , namun tidak pernah dikasi bagian persidangan maupun bagian risalah.
"Biasanya, setiap wartawan yang mangkal di Gedung DPRD dapat jadwal kegiatan sidang, sehingga akan memudahkan pekerjaan dan dapat mengetahui agenda apa yang akan dibahas dan hasil telah dibahas," tukasnya.
" sementara bisa saja dibijaksanai oleh bagian persidangan maupun bagian Risalah," timpal wartawan lainnya.
Yang paling parah, ungkap mereka, entah karena lupa, sehingga banyak agenda penting DPRD, insan pers tidak diberitahu.
"Sebetulnya bukan masalah, kendati tidak diberitahu, tugas kami berusaha mencari tahu. Tapi, bukannya ingin dihormati, seperti di daerah lain apabila ada acara penting seperti itu, ya diberitahulah," ujar mereka kompak.
Sementara itu ditempat terpisah Ketua PWI Kabupaten Batubara H. Marlan MS saat di konfirmasi METRO menyayangkan tindakan pihak sekwan.
“ Itu merupakan tindakan yang menyalahi aturan, seharusnya pihak Sekwan dengan Pihak Pers dapat bergandeng tangan dalam membangun opini public, bukan menutup nutupi. Melalui pers mari kita sama sama membangun Kabupaten Batubara ini”
Sementara itu Sekwan DPRD Drs Hikmah Hakim belum bisa dikonfirmasi terkait sorotan tersebut, sebab sedang tidak berada di tempat

ARAH KIBLAT MELENCENG, KUA LIMA PULUH MENUNGGU PETUNJUK DEPAG ASAHAN

Permasalahan melencengnya arah kiblat ini masih menjadi polemik di tengah-tengah kaum muslimin sampai saat ini. Ada yang berusaha mencari arah kiblat yang harus persis menghadap ke Ka’bah, harus bergeser sedikit ke utara. Ada pula yang berpendapat cukup menghadap arahnya saja yaitu arah barat dan shalatnya tetap sah.
Berdasarkan hukum syar’i, shalat seseorang dapat dikatakan sah bila shalat tersebut dilakukan bila mengarah ke kiblat.
Para ulama berpendapat Jika melihat ka’bah secara langsung, para ulama sepakat untuk menghadap persis ke ka’bah dan tidak boleh melenceng. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak melihat ka’bah seperti kaum muslimin yang berada di Kabupaten Batubara?
Terkait hal tersebut Salah seorang perwakilan Dari KUA Lima Puluh, Ustadz Sabaruddin LC ketika di Konfirmasi KABARBATUBARA pada Rabu (18/3) melalui selulernya mengatakan untuk saat ini Pihak KUA lima Puluh belum menerima statemen apapun dari pihak Depag Asahan
“ Saat ini pihak kita belum menerima statemen atau pernyataan apapun dari Depag asahanmengenai melencengnya arah kiblat seperti yang menjadi polemic umat islam di Kabupaten batubara. Jadi untuk saat ini kita masih menunggu apa yang menjadi putusan Depag Asahan menyangkut hal melencengnya arah Kiblat” Ujar Ustadz Sabaruddin

PUSKESMAS INDRAPURA KEMBALI TERIMA PASIEN DBD

Puskesmas Indrapura kembali menerima pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yakni Winda ( 17 ) Warga Dusun I , Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara.
Ketika Ditemui Diruang rawat inap Puskesmas Indrapura pada kamis (18/3), ibu Pasien Mesni menuturkan sekira Sabtu Winda yang merupakan pelajar SMKN 1 Air Putih baru pulang dari melaksanakan praktek magang di salah satu perusahaan di kota Medan. Sesampainya di rumah pada malam harinya Winda mengeluhkan kepalanya yang tinba tiba sakit. Mengetahui hal tersebut Ibu Winda langsung membeli obat sakit kepala lalu. Setelah diminum dan di tunggu beberapa saat sakit kepala winda tak kunjung sembuh.winda Kemudian mengeluhkan badannya yang tiba tiba memanas. Ibu Winda kemudian memanggil Salah seorang Bidan untuk memberikan pertolongan kepada Winda.setelah diperiksa oleh bidanm Winda di beri obat.Setelah di beri obat panas tubuh winda tak juga turun, sementara mata winda kelihatan memerah,Ibu winda yang khawatir kondisi anaknya langsung menghubungi kerabatnya untuk membawa Winda Kepuskesmas indrapura. Setelah periksa winda dianjurkan untuk memeriksakan darahnya di Klinik Revita Indrapura.Setelah melihat hasil pemeriksaan darah ternyata winda menderita DBD.Untuk hal tersebut Pihak Puskesmas langsung menyarankan untuk langsung menjalani Rawat Inap di puskemas Indrapura
“ Mungkin Winda terkena gigitan nyamuk yang membawa bibit DBD sewaktu Winda berada Di Medan, seperti kita ketahui bersama di daerah medan saat ini banyak warganya yang terkena DBD” ujar Ibu Masni mencoba meyakinkan KABARBATUBARA
Kepala Puskesmas Indrapura dr Piola Tampubolon saat hendak dikonfirmasi tidak berhasil ditemui
“ Dokter tidak ada karena sedang mengikuti pelatihan selama dua hari “ ujar salah seorang petugas jaga

Kamis, 18 Maret 2010

Bamus, Baleg, dan Badan DPRD Batu Bara Terbentuk

Setelah terbentuknya komisi-komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batu Bara, Selasa (23/2) lalu, berdasarkan surat dari Ketua DPRD Batu Bara No:005/0252, maka diputuskan Rabu (24/2) dilakukan Rapat Paripurna dengan Agenda Pembentukan Badan Musyawarah (Bamus), Badan Anggaran (Badan), dan Badan Legislasi (Baleg) Daerah.
Hal ini diungkapkan Slamet Arifin sebagai pimpinan DPRD Batu Bara dalam paripurna Bamus, Badan Legislasi Daerah dengan anggota Asmadinata dan Ir Swarsono, Rabu (24/2) di aula DPRD Batu Bara.
Paripurna ini dihadiri oleh Bupati Batu Bara diwakili Asisiten II Iskandar SH, para pimpinan SKPD/Kepala Badan/Kepala Kantor/Kepala Bagian, Kapolres Asahan diwakili Kapolsek Limapuluh AKP TP Butar-Butar SH, Dandim 0208 diwakili Danramil Limapuluh, dan juga Staf ahli Selanjutnya masing-masing seperti Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi PPP, Fraksi PDIP, Fraksi Berjaya, Fraksi Andil akan menyampaikan secara tertulis nama-nama anggota fraksi yang akan ditugaskan pada Bamus, Badan Anggaran dan Badan Legislasi Daerah.
Setelah rapat diskor 20 menit kepada anggota fraksi yang ditugaskan untuk melakukan rapat pemilihan pimpinan Badan Legislasi Daerah DPRD Batubara maka selanjutnya Ketua Badan Legislasi yang terpilih menyampaikan susunan Badan Legislasi Daerah adalah sebagai berikut: Ketua Kristian Manurung (PDIP), Wakil Ketua Buyung (PIB), Sekretaris H Azrai SH (Sekwan), Anggota Amat Mukhtas (PKS), Suharto BA (Golkar), H Danazul Fadly Saragih Sag (Demokrat), Poltak Saragih SH (PDS), Panahatan

PNS DIINGATKAN UNTUK TEGAKKAN DISIPLIN

Para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus benar-benar memperhatikan kinerja bawahan terutama dalam hal hehadiran. Mereka yang tidak disiplin akan ditindak tegas sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.
Hal tersebut dikatakan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen SH.MM dalam sambutannya pada peringatan Hari Kesadaran Nasional (Harkanas) yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Batubara Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh Rabu (17/3) pagi.
Dalam sambutan lainnya, Bupati kembali mengulangi agar para pegawai di jajaran Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batubara benar-benar bertanggungjawab terhadap tugas dan pekerjaannya. Tugas dan pekerjaan itu nantinya bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada atasan, tapi juga yang utama dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.YME
Karenanya tidak ada alternatif lain bagi para pegawai kecuali melaksanakan tugas dan pekerjaannya secara baik dan benar. Demikian juga disiplin waktu baik waktu kehadiran maupun pulang.
“Yang semestinya dilakukan Para Pegawai yang baik adalah cepat datang lama pulang, bukan sebaliknya terlambat datang tapi cepat pulang “ ujar OK Arya.
Selain para pimpinan SKPD, acara turut dihadiri, para asisten, kepala bagian (Kabag), camat dan undangan lainnya.

Rabu, 17 Maret 2010

KADIS PU DAN P MANGKIR DARI PANGGILAN DPRD KABUPATEN BATUBARA

Menindaklanjuti laporan beberapa elemen masyarakat terkait adanya laporan Tentan Beberapa Pekerjaaan Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan ( PU dan P ) Kabupaten Batubara yang tidak sesuai dengan Bestek, DPRD Batubara melalui Komisi A memanggil Dinas PU dan P untuk melaksanakan dengar pendapat di Ruang komisi A pada Rabu (17/3)
Namun Pihak legislatif merasa kecewa dengan sikap mangkir yang diambil oleh Kepala Dinas PU dan P, sebab pemanggilan ini menyangkut evaluasi kerja Dinas Terkait.
Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/3) , Anggota Komisi A, Amat Muhtas, mengatakan bahwa Legislatif dalam menjalankan fungsi kontrolnya sudah melakukan pemanggilan secara tertulis dengan menyampaikan surat pemanggilan, dan juga lewat komunikasi yang terus dibangun, namun Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Batubara sebagai dinas teknis tetap tidak mengindahkan.
“Kami sudah mengundang Sudah Mengundang Dinas Pu dan P untuk membicarakan Proyek yang tidak sesuai dengan bestek sebab berdasarkan laporan masyarakat, sehingga harus ada klarifikasi dari dinas terkait,” jelasnya.
Menurutnya, pemanggilan ini juga untuk meminta pertanggung Jawaban Dinas PU dan P sebagai dinas teknis, namun sayang itikad baik dari DPRD tidak dijawab, bagaimana mau dilengkapi dipanggil saja tidak bisa hadir dengan tanpa memberikan alasan yang jelas atas ketidakhadirannya.
“Semoga saja dengan ketidakhadiran ini dalam waktu dekat Kadis PU dan P akan memberikan Pertanggung jawaban Proyek yang telah dikerjakan oleh dinas PU dan P,” terangnya.
Lebih lanjut Amat Muhtaz berharap, pemanggilan terhadap Dinas PU dan P itu bisa dihadiri oleh kepala dinas, bukan mengutus orang-orang yang tidak mengetahui dan bukan pengambil kebijakan di instansi tersebut sehingga penyelesaian masalah tidak tuntas.
" Kepala SKPD kalau dipanggil DPRD jangan utus anggota, harus datang sendiri. Sepanjang mereka ada didalam daerah. Akan lebih sempurna kalau mereka hadir sendiri, karena kepala SKPD memahami kebijakan diinstansinya. Sekarang yang sudah sempat kita panggil adalah Dinas PU dan P kabupaten Batubara, tapi kepala dinasnya tidak hadir dan hanya mengutus anggotanya," ungkap Amat
Terkait pelaksanaan proyek, Amat mengaku, masih banyak proyek yang diduga tidak beres. DPRD Batubara berencana melakukan pengawasan,
" Salah satu keinginan kita adalah ingin mencocokan dengan kondisi lapangan dengan DPA. Makanya kita minta kepada Pemkab Batubara untuk black list kontraktor nakal. Banyak kontraktor dadakan saat ini sehingga kualitasnya kurang terjamin. Kita inginkan asas kualitas dan manfaat dalam pelaksanaan proyek. Kalau banyak kontraktor putra daerah, tolong pikirkan lah daerah ini, jangan hanya inginkan keuntungan yang berlebih," tegasnya

CURI BESI BEKAS, TIGA PEMUDA DIRINGKUS

Para pelaku pencurian besi bekas milik PT Karya Pratama Niaga Jaya ( KPNJ) yakni Indra Harahap ( 30 ) Wargf Desa tanjung Seri, Kecamatan Sei Suka kabupaten Batubara , Legiman ( 30 ) warga yang sama dan Penadahnya yakni Irwansyah ( 28 ) Warga yang sama berhasil diringkus Satuan Reserse dan Kriminal ( Satreskrim ) Polsek Indrapura yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Indrapura Aiptu Tagam Simanjuntak pada Selasa ( 16/3 ).
Penangkapan terhadap kedua tersangka berawal dari pengembangan yang dilakukan Petugas terhadap tersangka Safrizal ( 30 ) warga Dusun II, Desa Tanjung Seri , Kecamatan Sei Suka , Kabupaten Batubara yang Berhasil ditangkap Petugas Keamanan PT KPNJ pada Senin (15/3) sekira pukul 02.00 WIB dini hari. Tersangka Safrizal tertangkap tangan ketika Tersangka bersama dengan Seorang tersangka lannya yakni Legiman Tengah mengumpulkan barang barang hasil curiannya di Suatu tempat di dalam PKB PT KPNJ. Melihat aksi kedua tersangka Para petugas Keamanan tersebut langsung melakukan penyergapan. Menyadari kedatangan petugas keduanya mencoba melarikan diri. Petugas keamanan PKS tak tinggal diam dan mengejar Kedua tersangka.Petugas keamanan berhasil meringkus Tertsangka Safrizal sedangkan tersangka Legiman berhasil meloloskan diri dari kejaran Para Petugas keamanan PT KPNJ.Selanjutnya para Petugas keamanan setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Atasannya langsung menyerahkan tersangka ke mapolsek Indrapura.
Setelah Mendapatkan keterangan dari tersangka Safrizal ,aparat kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap kedua tersangka lainnya. Berbekal informasi yang yang didapat dari tersangka safrizal Petugas Kepolisaian berhasil meringkus Ketiganya di kediaman masing masing tanpa perlawanan yang berarti..
Kapolres Asahan AKBP Mashudi ketika di konfirmasi melalui Kapolsek Indrapura AKP A. Manulang dengan di dampingi Kanit Reskrim Aiptu Tagam Simanjuntak membenarkan adanya penangkapan tersangka pencurian tersebut
“ Tersangka Pencuri dan Penadah besi bekas berhasil di tangkap berdasarkan pengakuan tersangka Safrizal yang sebelumnya telah tertangkap pada Senin (15/3) yang lalu “ ujar A. Manullang

PRSI BATUBARA BERTEKAD MENGUKIR PRESTASI

Sebagai bentuk program pembibitan dan pembinaan atlet renang yang berbakat, Pengcab Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Batubara tengah serius menjaring dan membina atlit muda yang nantinya diharapkan mampu mengukir prestasi di Setiap ajang perl;ombaan. Selain dibina, para perenang hasil penjaringan ini juga akan dipersiapkan dan diproyeksikan PRSI untuk mengikuti setyiap ajang pertandingan sebagai utusan Kabupaten Batubara
Ketua Umum PRSI Kabupaten Batubara Ir Kristian Manurung mengatakan, program Pe njaringan dan pembibitan ini memang sudah direncanakan pengurus sejak terbentuknya PRSI kabupaten Batubara,
“Dalam rangka pencarian bakat Perenang muda,Kita akan sebar undangan ke seluruh sekolah yang ada di kabupaten Batubara dari Mulai tingkat Sekolah Dasar, Tingkat Sekolah Menengah Pertama hingga Ke tingkat Sekolah Menengah Atas. Berharap dari masing-masing sekolah mengirimkan pelajar yang memang berpotensi sebagai perenang. Tidak dipandang dari keluarga mana asalnya. Pastinya, kalau memang berhasil dan menonjol maka akan kita bina sedari sekarang,” ujar Kristian Manurung Pada Rabu ( 17/3) Di Ruang Kerjanya.
Lebih lanjut Kristian mengatakan untuk mendukung Pembinaan atlet atlet renang asal Kabupaten Batubara, Pengcab PRSI kabupaten Batubara telah mempersiapkan Pasilitas kolam renang yang nantinya dapat digunakan para atlet binaan PRSI dalam berlatih
“ Untuk saat ini kita telah bekerja sama dan Berkoordinasi dengan 3 Orang pemilik Kolam Renang yang ada Di kabupaten Batubara, dan Kami bersyukur karena ketiga pemilik kolam renang tersebut turut mendukung program PRSI dalam pembinaan para atlet Renang Kabupaten Batubara “
Lebih lanjut Kristian mengatakan dirinya mewakili PRSI kabupaten Batubara Meminta doa dan Restu kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten batubara agar kiranya cita citanya dalam rangka membina Atlit yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten batubara dapat terwujud
“Saya berkeinginan dapat mewujudkan cita cita saya dalam rangka membina Atlit yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten batubara .Dan terakhir saya minta Doa dan restu dari seluruh Masyarakat Batubara agar saya berhasil melaksanakan cita cita saya untuk dapat membentuk atlet renang mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Batubara dia ajang daerah, nasional maupun internasional”ujar Kristian

JALAN DESA TANJUNG HARAPAN BELUM TERSENTUH ASPAL

Warga Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara mengeluhkan kondisi Seluruh jalan sepanjang desa tersebut yang hingga saat ini belum kunjung diaspal. Padahal kondisi tersebut sudah beberapa kali diusulkan ke Pemkab setempat
.“Sejak tempat ini menjadi pemukiman warga dan masih bergabung dengan desa tanjung Kubah hingga pemekaran dari kabupaten Asahan dan bergabung di kabupaten Batubara belum sekalipun jalan ini tersentuh aspal. Kondisi ini sangat menyulitkan anak anak kami saat akan bepergian menuju sekolah mereka di Tanjung Kubah . Untuk itu kami berharap kepada Pemkab Batubara agar segera memperhatikan kondisi jalan yang berdebu bila musim kemarau seperti ini ,” kata Salah Seorang Tokoh Masyarakat, A.Saragih (56) Selasa ( 16/3 )
Warga berharap tahun ini pemerintah setempat dapat memprioritaskan pembangunan jalan menuju desa mereka yang sejak bertahun tahun belum penah tersentuh Aspal.
“Kita telah lama mengharapkan perhatian Pemkab Batubara terhadap pembangunan jalan Aspal ini. Akan tetapi sampai saat ini tidak pernah terealisasi,” tambahnya.
Lebih Lanjut dikatakannya, kondisi jalan yang tak pernah tak pernah tersentuh pengaspalan tersebut itu, mengesankan seolah-olah Pemkab Batubara tidak pernah peduli dengan kondisi Jalan Di Desa Tanjung Harapan. Sebab, dibandingkan dengan desa lain justru desa Tanjung Harapan tersebut badan jalannya belum dilapisi aspal.
Senada dengan itu, Rahmad (45) mengharapkan agar anggota dewan hendaknya bisa memperjuangkan anggaran pembangunan jalan di desa mereka tahun ini. Seperti di ketahui bahwa Desa Tanjung harapan merupakan salah satu desa yang mempunnyai hasil pertanian seperti Padi dan sayur mayur lainnya
“Pembangunan dan perbaikan badan jalan memang sudah lama didambakan masyarakat di daerah ini. Siapapun yang lewat pasti mengeluh dengan kenyataan ini. Kalau jalan bagus pasti situasi ekonomi masyarakat turut membaik. Untuk itu, kita harapkan perhatian Pemkab terhadap realisasi pembangunan jalan di desa kami,” katanya.

KELILING INDONESIA DENGAN JALAN KAKI, SLAMET TIBA DI BATUBARA

Orang Gila ,itulah tanggapan orang apabila melihat Sosok tua yang tengah berjalan dijalanan Lintas Sumatera. Tapi Lajang Tua Warga Jalan Hamid Rusdi Gang III, No 228 H,RT 03-RW 12, Kel Bunut Reja, Kecamatan Blimbing Malang Jawa Timur, Slamet (53) yang merupakan anggota organisasi pecinta alam ingin membuktikan dengan berjalan kaki ia mampu mengelilingi Indonesia. Dengan berbekal keyakinan diri, tas ransel yang bertuliskan “JALAN KAKI KELILING INDONESIA”, ditemani oleh bendera Merah Putih dan bendera Media Tipikor serta surat tugas yang dikeluarkan atas nama Slamet yang di tanda tangani oleh Nurdin Tarigan, pemimpin Redaksi majalah Tipikor Jakarta .
Pimpinan Media tersebut ingin melihat bukti bahwa Slamet telah melalui satu wilayah . Setelah Sampai di suatu tempat Slamet harus menemui Pihak Kepolisian Dan TNI, Pimpinan daerah setempat dan meminta tandatangan serta stempel instansi tersebut dalam beberapa buku tanda tangan yang di spesialisasikannya dalam kelompok Kepolisian, TNI, Gubenur, Camat, Lurah / Kepala Desa, dan sebuah buku Penolakan.
Karena berpakaian seadanya dan mengenakan sandal jepit, Slamet hanya hanya mampu bertemudengan Satpam , Linmas atau Pol PP yang menghadang di pintu gerbang. Pengalamannya menelusuri seluruh Daerah di Indonesia mengajarinya karakter dan sifat semua orang.
Saat Ditemui di Mapolsek Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara,Pada Senin (15/3 ) sekira Pukul 17.00 WIB didampingi oleh petugas Jaga Bripka Erwansyah.Slamet kemudian menuturkan bahwa dirinya mulai start dari Kota Malang pada Selasa 3/6/08 yang lalu. Slamet kemudian berjalan menuju kota Banyuwangi, setelah itu menyebrang ke pulau Bali menuju Lombok, Sumbawa, Dompu, Bima , Flores, Kupang kemudian sampai ke Kota Merauke dan menyebrang kembali menuju Pulau Sulawesi dan sampai ke Pulau Kalimantan diawali dengan Provinsi Kalimantan Timur, Nunukan, Tarakan, Bontang, Samarinda, Balikpapan terus menelusuri Kabupaten dan kota menuju ke Kalimantan Selatan melalui kota Banjar Baru dan menuju ke kota Palangkaraya, Ketapang hingga sampai ke kota Pontianak Dari Pulau Kalimantan, Slamet kemudian melanjutkan perjalannya menyebrang menuju Pulau Batam, Kepulauan Riau. Berangkat dari Titik Awal di Pulau Sumatera tersebut ia melanjutkan perjalannya menuju Kota Pekanbaru, menuju Kota Pinang ( Labuhan Batu Selatan ),Rantauprapat ( Labuhan Batu), Aek Kanopan ( LabuhanBatu Utara) menuju Kota Kisaran hingga akhirnya sampai di Kelurahan Indrapura, Kabupaten Batubara
"Saya berangkat dari Kota Malang pada tanggal 3 Juni 2008 , tiga bulan lagi tepat dua tahun perjalanan saya. Rencananya, setelah dari Kota indrapura ini saya berangkat menuju kota Medan dan Aceh dari sana saya melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang menuju kota jambi,Kota Lampung dan menyebrang ke Pulau Jawa dan dan setelah saya tiba di kampong halaman saya akan Kembali Menemui Presiden RI. “Mudah-mudahan target ini bisa dicapai," ujarnya,
Slamet melanjutkan, niat awal dari perjalannya tersebut adalah ingin bersilaturahmi dan mengetahui budaya di berbagai belahan bumi nusantara. "Saya sangat mencitai kebudayaan Indonesia. Dengan berjalan kaki berkeliling Nusantara, saya bisa langsung melihat dan merasakan kebiasaan, maupun budaya saudara-saudara kita di berbagai belahan Nusantara," ujarnya.
Slamet juga menambahkan, selama melakukan perjalanan respon lingkungan masyarakat yang ia singgahi pada pertama kali melihatnya selalu mengatakan aneh. Tapi ketika mengenal siapa dirinya dan apa maksud dari tujuan perjalanannya, masyarakat tersebut menjadi sangat dekat bahkan menerima Dirinya.
"Saya Bersyukur selama perjalanan saya banyak pengalaman. Dan dengan berjalan kaki saya jadi lebih mengenal masyarakat di luar daerah. Dari mulai masyarakat desa, kecamatan, sampai perkotaan ternyata memiliki karakter dan ciri yang berbeda-beda," Tambahnya
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan dari keridhoan masyarakat sekitar dan pemerintah setempat.tempat ia singgah "Setiap singgah ke suatu daerah, saya langsung ke Instansi Pemerintahan setempat ,Pihak Kepolisan, dan TNI untuk meminta tanda Bukti Perjalanan berupa Cap Stempel dari Instasi yang saya kunjungi. Dan biasanya mereka suka memberi uang secara sukarela. " katanya.
Dalam menunaikan ekspedisinya mengelilingi Indonesia, Slamet meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Batubara agar perjalananya keliling Indonesia bisa sukses.
" Mudah-mudahan dengan perjalanan ini saya bisa menggugah para pemuda yang selama ini saya lihat sudah luntur rasa nasionalismenya. Makanya saya meminta doa kepada seluruh masyarakat kabupaten Batubara maupun Seluruh rakyat Indonesia, agar ekspedisi ini berjalan dengan lancar," katanya.
Dalam perjalanannya menelusuri bumi Nusantara ini, selain karena kecintaannya terhadap alam, dia juga mendapat titipan tugas yang diberikan oleh pimpinan media Tipikor Jakarta. Untuk melaporkan tentang adat kebiasan dari suatu daerah yang ia kunjungi maupun perlakuan pejabat terhadap dirinya.
Dalam menempuh jarak yang jauh, seperti selat-selat yang pernah ia lalui, Slamet harus mengunakan kapal dengan menunjukkan identitas tanda pejalan kaki dari pihak Kepolisian Malang, maka slamet terbebas dari biaya transportasi.
Target mengelilingi Indonesia di perkirakan selesai sampai dua tahun mendatang. Saat ini, sudah lebih dari 2/3 perjalanan yang slamet tempuh, sudah sembilan belas sandal jepit yang Slamet ganti. Itu pun terkadang diajak numpang oleh pemilik kendaraan roda dua maupun Roda Empat, ketika harus menempuh jarak yang jauh dari perkampungan.Hanya sebuah kata nasihat yang di peroleh dari sosok Sederhana Pengeliling Indonesia ini
“Tidak ada Gunanya mengaku benar, Hanya berlaku benarlah obat dari segala pendapat” Ucapnya sederhana
Slamet mengucapkan terimakasih kepada warga Kabupaten Batubara yang dinilainya sangat ramah kepada dirinya, walau ada segelintir orang yang masih wajar menganggap dirinya sebagai orang gila karena penampilan yang dirancang sedemikian rupa oleh dirinya untuk mencari penilaian orang akan karakter berbagai manusia. Slamet juga mengucapkan terima kasih kepada Pihak Kepolisian dan TNI , yang selalu membimbingnya serta memberikan keamanan pada dirinya